Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Senin, 21 Mei 2018

 

 

Pemakaman Bomber Ditolak Warga, Risma Tunggu Fatwa MUI

EP / Regional / Jumat, 18 Mei 2018, 14:42 WIB

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini | Foto: istimewa

SURABAYA - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini masih menunggu fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait sejumlah jenazah terduga teroris yang hendak dimakamkan di Kota Pahlawan, namun ditolak warga setempat.

Risma mengaku sudah mendengar kabar sejumlah warga di sekitar Makam Putat Gede, Jarak, Sawahan, Surabaya menolak rencana pemakaman jenazah terduga teroris di tempat pemakaman umum setempat.

Warga Putat Jaya tersebut bahkan mendatangi makam dan kembali menutup lubang pemakaman yang sudah digali. 

"Saya tidak berani karena ini terjadi gesekan dengan masyarakat sangat besar. Masalah satu belum selesai terus ada gesekan dengan warga, jangan sampai terjadi," kata Risma di Convention Hall Jalan Arief Rahman Hakim, Jumat (18/5/2018).

Risma mengaku telah berkirim surat dengan MUI untuk meminta penjelasan maupun fatwa terkait pemakaman pelaku teror sehingga bisa dijelaskan ke warga dan tidak terjadi penolakan serta gesekan.

"Saya sudah buat surat ke MUI, fatwanya seperti apa. Kalau sudah ada fatwanya saya baru berani jelaskan," ungkap Risma.

Untuk saat ini, Pemkot lebih memilih diam dan membiarkan warga melakukan aksi penolakan pemakaman bagi pelaku bom gereja di Surabaya. 

"Sekarang saya nunggu fatwa MUI bagaimana, karena ada bagian warga menolak karena tidak boleh bunuh diri," ujar Risma.

Ketika ditanya, apakah ada lahan alternatif yang akan disiapkan sebagai pengganti TPU Putat Jaya yang ditolak warga, Risma menjawabnya dengan nada bercanda.

"Ada, di langit," tuturnya. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya