Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Minggu, 18 November 2018

 

 

Pemerintah Antisipasi Perang Dagang AS-Tiongkok

NG / Ekonomi / Rabu, 04 Juli 2018, 00:07 WIB

Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: istimewa

JAKARTA -  Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pemerintah Indonesia mewaspadai dinamika kebijakan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang ketegangannya diperkirakan akan berlanjut dalam jangka waktu yang panjang.

"Indonesia perlu untuk mewaspadai bahwa terjadi dinamika yang tinggi antara negara-negara Barat dan RRT. Dan itu dampaknya menimbulkan 'spillover'," kata Sri Mulyani di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (2/7).

Mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu menyampaikan bahwa gejolak tersebut akan membuat beberapa indikator mengalami pergerakan dan bisa menimbulkan tekanan ke pertumbuhan ekonomi.

"Kita dihadapkan suasana global yang bergerak. Memang dampaknya dengan suku bunga (BI) naik, mungkin pertumbuhan ekonomi akan tertekan itu tidak bisa dihindari," ucap Sri Mulyani.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa situasi dunia saat ini mengalami kondisi normal baru (new normal) di mana tingkat suku bunga meningkat, adanya ketidakpastian karena perang tarif, serta perubahan harga minyak.

Penyesuaian akibat membaiknya perekonomian di AS masih akan terus berlangsung, dan reaksi dari negara-negara lain yang terpengaruh kebijakan AS di bidang perdagangan juga sedang dimulai.

"(Presiden AS) Trump itu bisa setiap saat melakukan pernyataan yang bisa mengubah kebijakan ekonomi dunia. Trump bahkan juga meminta timnya melakukan review prinsip-prinsip di WTO," kata dia. 

Komentar

 

Berita Lainnya