Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Jumat, 14 Desember 2018

 

 

Pemerintah Targetkan BBM Satu Harga Disalurkan ke 73 Titik Tahun Ini

Ekonomi / Rabu, 21 Februari 2018, 07:16 WIB

JAKARTA - Pemerintah menargetkan Program Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga tahun ini disalurkan ke 73 titik di seluruh Indonesia. Kepala BPH Migas Fansurullah Asa mengatakan, 73 titik lokasi penyaluran BBM Satu Harga tersebut diprioritaskan di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal), Indonesia timur di Papua dan Papua Barat.

"Tahun ini kami usulkan awalnya cuma 54 lokasi, tetapi setelah bertemu Pertamina dan swasta, dinaikkan menjadi 73 titik," kata Fansurullah yang akrab disapa Ifan.

Menurut Ifan, dari 73 titik yang ditargetkan itu, 67 lokasi akan dibangun oleh PT Pertamina (Persero) dan enam titik lainnya oleh PT AKR Corporindo. Salah satu lokasi penyalur BBM Satu Harga yang sudah selesai pembangunannya dan siap diresmikan dua pekan mendatang yaitu di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Ia menambahkan, untuk 2017, BPH Migas mencatat pembangunan SPBU penyalur BBM Satu Harga mencapai 57 titik yang terdiri dari 54 titik oleh Pertamina dan tiga titik oleh AKR Corporindo.

Dalam audiensi dengan Ketua MPR, BPH Migas mengusulkan adanya subpenyalur BBM Satu Harga untuk menjamin ketersediaan dan kelancaran distribusi serta memastikan harga BBM yang dijual sesuai dengan yang ditetapkan pemerintah.

Ifan menjelaskan, rasio jumlah penduduk Indonesia dengan SPBU yang tersedia tidak sebanding. Padahal idealnya satu SPBU melayani 35 ribu orang dengan rata-rata radius 300 kilometer. Sedangkan, saat ini Indonesia baru mempunyai sekitar 7.000 SPBU.

Ia menilai, pembangunan subpenyalur BBM lebih efisien karena hanya membutuhkan biaya investasi sekitar Rp50 juta sampai dengan Rp100 juta yang dikelola melalui sistem koperasi atau badan usaha milik desa (Bumdes).

"Kalau dipaksakan bangun SPBU tidak ada yang mau karena tidak masuk keekonomiannya. Balik modal bisa 20 tahun misalnya, belum lagi biaya angkut Pertamina. Maka itu, muncul subpenyalur," ujarnya. (ENA)

Komentar

 

Berita Lainnya

Kamis, 06 Desember 2018, 19:15 WIB

Securitech Komitmen Dukung Program Go Green