Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Kamis, 16 Agustus 2018

 

 

Pemerintah Tegaskan Tetap di Sisi Palestina Meski Yahya Stafuq Kunjungi Israel

AD / Nasional / Jumat, 15 Juni 2018, 01:35 WIB

Hubungan erat Indonesia Palestina nampak dari aksi Bela Palestina yang digelar di Monas/foto:istimewa

JAKARTA- Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan menyayangkan kunjungan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Yahya Cholil Staquf yang menghadiri konferensi tahunan Forum Global AJC atau Komite Yahudi-Amerika di Yerusalem, Palestina.
Menurutnya, kunjungan Yahya itu telah menodai konsistensi dukungan Indonesia pada kemerdekaan Palestina sejak 1947.
“Terlepas dia berangkat ke sana atas nama pribadi, tapi dengan posisinya sebagai anggota Wantimpres, ini seperti blunder," kata Taufik, Rabu (13/6).
Wakil ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu menambahkan posisi Indonesia sudah jelas berjuang dan mendukung kemerdekaan Palestina.
"Tapi kedatangan Yahya Staquf ke konfererensi itu, seolah menodai dukungan dan diplomasi kita dalam kaitan kemerdekaan Palestina,” ujarnya.
Taufik menambahkan, kunjungan Yahya itu sangat kontraproduktif dengan sikap Indonesia yang selama ini mendukung kemerdekaan Palestina.
Menurut dia, Yahya sebagai anggota Wantimpres yang juga merupakan pejabat negara, seharusnya tidak menciptakan sikap blunder terhadap diplomasi Indonesia yang selama ini mendukung kemerdekaan Palestina.
Dia menambahkan, kunjungan Yahya tidak menunjukkan rasa sensitivitas, di tengah serangan Israel kepada masyarakat Palestina yang mengakibatkan jatuhnya ratusan ribu korban.
Bahkan adanya kunjungan Yahya itu menyebabkan Fatah dan Hamas memberikan reaksinya.
Selama ini, diplomasi Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina gencar dilakukan. Bahkan, dengan terpilihnya Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, dia minta agar peran semakin ditingkatkan dalam perjuangan kemerdekaan Palestina.
"Jangan sampai perjuangan Indonesia rusak oleh sikap arogansi seorang pejabat negara. Presiden harus memberi tindakan tegas,” pungkas Taufik.
Meskipun demikian Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengatakan dirinya telah menjelaskan maksud kedatangan Staquf tersebut kepada pemerintah Palestina.
Retno mengatakan penjelasan diberikan di sela kegiatan PBB di New York beberapa hari lalu. Retno menegaskan tidak ada perubahan sedikit pun mengenai keberpihakan Indonesia terhadap Palestina terkait dengan kunjungan Staquf tersebut.
"Kita sudah (jelaskan), jadi di New York saya sudah menjelaskan, dan saya akan menjelaskan kembali bahwa tidak ada perubahan apa pun mengenai kebijakan atau policy Indonesia terhadap Palestina," kata Retno setelah bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (12/6)
Sebelumnya, Jokowi menanggapi soal kunjungan Yahya Staquf tersebut. "Itu adalah urusan pribadi. Beliau kan sudah menyampaikan itu urusan pribadi. Pak KH Yahya Staquf karena dia diundang berbicara di Israel, berbicara di sana," kata Jokowi.
Jokowi juga mengatakan dirinya akan segera memanggil Yahya Staquf sepulang dari Israel nanti. Namun, ditegaskan Jokowi, keberangkatan Staquf ke Israel itu juga untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
"Saya melihat, karena saya belum mendapatkan laporan, beliau juga belum pulang, (nanti) saya panggil. Intinya juga memberikan dukungan kepada Palestina," kata Jokowi.(*)

Komentar

 

Berita Lainnya

Kamis, 16 Agustus 2018, 09:38 WIB

Ini Rute Torch Relay Asian Games Hari Ini





Kamis, 16 Agustus 2018, 09:18 WIB

Kereta LRT Diuji Coba Fungsional