Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Jumat, 27 April 2018

 

 

Pemerintah Wacanakan Penurunan Tarif di 39 Ruas Tol

NG / Ekonomi / Minggu, 01 April 2018, 17:56 WIB

Ilustrasi | Foto: istimewa

MADIUN – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan ada 39 ruas tol  yang tarifnya akan turun dari sebelumnya  di atas Rp1.000/ km. Sejalan dengan penurunan tarif, maka  39 ruas tol akan mendapatkan perpanjangan konsesi menjadi 50 tahun. Salain itu juga dilakukan penyederhanaan golongan kendaraan.

“Jadi yang di atas Rp1.000 itu yang kita kompensasikan. Ada 39 ruas tol yang dengan tarif  di atas Rp1.000 dan kita evaluasi. Selain penyederhanaan golongan dari 39 itu, ada 36 tol dievaluasi tarifnya bisa dikompensasi dengan tambahan konsesi itu. Sedang tiga ruas itu yang ditambah konsesi plus insentif pajak,” kata Menteri PUPR Basuki di Madiun, Kamis (29/3/2018).

Namun sayang, Menteri PUPR Basuki tidak menjelaskan tarif tol-tol tersebut menjadi berapa setelah adanya penurunan. Khusus tiga ruas tol lain,  yaitu Solo-Ngawi, Ngawi-Kertosono, dan Kertosono-Mojokerto juga akan menggunakan skema insentif pajak.

Adapun untuk pelaksanaannya, saat ini pemerintah masih dalam proses penyusunan Keputusan Menteri PUPR untuk amandemen tarif dari yang ada di PPJT.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna mengatakan, golongan kendaraan di tol yang tadinya lima golongan akan disederhanakan menjadi tiga. 

Tiga golongan kendaraan tersebut terbagi atas kendaraan golongan I (sedan, jip, pick up/ truk kecil, bus), kendaraan golongan II (truk dengan dua gandar), dan kendaraan golongan III (truk dengan tiga hingga lima gandar). Kebijakan penyederhanaan golongan kendaraan itu akan diterapkan di seluruh ruas tol, baik yang baru maupun yang lama.

“Jadi kemarin itu solusinya kan bagaimana ini bisa dirasionalisasi. Yang pertama dengan kombinasi masa konsesi, lalu direstrukturisasi grupnya. Penyederhanaan golongannya untuk semua tol, yang baru dan yang lama,” katanya seperti dilansir laman detikcom.

Dengan disederhanakannya golongan kendaraan ini, maka diharapkan kasus truk-truk yang selama ini mengalami kelebihan muatan akan dapat diatasi. Seperti diketahui, selama ini banyak angkutan logistik yang memilih menggunakan truk yang termasuk dalam golongan II dan III untuk menekan biaya tol, namun muatan yang diangkut melebihi kapasitas yang seharusnya sehingga beban jalan pun semakin berat.

“Makin banyak As (roda truk), tolnya kan harusnya makin murah, sehingga mau angkat berat, ya pakai truk yang gede. Kalau sekarang kan truknya 2 As, angkutnya gila-gilaan. Nah ini yang overloading,” tandasnya. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya