Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Senin, 24 September 2018

 

 

Peringatan Hari Buruh ada Aroma Politik

NG / Politik / Rabu, 02 Mei 2018, 02:43 WIB

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tandatangani kontrak politik di depan buruh saat peringatan Hari Buruh Internasional di Istora Senayan. Foto: Istimewa

JAKARTA - Aroma politik dalam perayaan Hari Buruh tentu tak terhindarkan. Dari beragam cara perayaan dan tuntutan, aksi 1 Mei ini juga diwarnai dengan deklarasi calon presiden 2019 "pilihan buruh", yakni Prabowo Subianto.

Deklarasi itu diumumkan oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Dalam deklarasinya, KSPI meminta Prabowo untuk menandatangani kontrak politik terkait sepuluh tuntutan buruh dan rakyat (Sepultura) yang harus dipenuhi ketika benar terpilih nanti.

"Dukungan ini bukan bentuk politisasi, buruh merupakan warga negara dan tiap warga negara memiliki hak politik. Di seluruh dunia, serikat buruh selalu memberikan dukungan politik kepada calon yang memiliki platform sama," ucap Presiden KSPI, Said Iqbal, di depan Istana Merdeka, Jakarta.

Iqbal menjelaskan, di dalam Sepultura itu terdapat perjanjian upah layak bagi buruh, pelarangan buruh kasar dari luar negeri bekerja di Indonesia, pengangkatan tenaga dan guru honorer menjadi pegawai negeri, serta penyediaan perumahan berikut sarana transportasi murah.

Iqbal mungkin saja melanggar izin aksi turun ke jalan yang diberikan dalam rangka perayaan Hari Buruh 2018. Sebab, dalam izin yang diterbitkan Polda Metro Jaya itu dituliskan dengan jelas larangan deklarasi dukungan terhadap calon presiden atau penyampaian aksi politik dalam bentuk apapun.

Namun Iqbal berkelit, momentum hari ini adalah waktu yang tepat untuk menagih komitmen awal bakal calon presiden.

Pengamat politik, Asep Yusuf Warlan menyayangkan adanya gerakan politik dalam aksi buruh hari ini.

Menurutnya, buruh seharusnya tetap berada pada posisi sebagai buruh. Jika sudah ada dukungan terhadap calon kepala daerah atau calon presiden, maka sudah tidak murni lagi gerakan buruh.

"Biarkan murni betul (May Day) penyampaian aspirasi pemerintah atau kepada pengusaha, kan bagus-bagus saja begitu," tukasnya. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya


Senin, 24 September 2018, 12:20 WIB

Ma'ruf Amin Dapat Dukungan dari Habib Muda