Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Minggu, 17 Februari 2019

 

 

Pesawat Ethiopia yang Dipaksa Turun TNI AU Masih Parkir di Bandara Batam

EP / Nasional / Kamis, 17 Januari 2019, 13:50 WIB

Pesawat B 7777 F kargo Ethhiopian Airlines masih terpakir di bandara Hang Nadim. | foto: istimewa

BATAM - Proses pemeriksaan terhadap awak Pesawat B 7777 F kargo Ethhiopian Airlines yang dipaksa mendarat karena masuk wilayah udara Indonesia tanpa izin masih terus berlanjut. 

Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim Batam, Suwarso, mengatakan selama belum ada pihak yang bertanggung jawab atas pesawat tersebut, maka pesawat itu tidak diperkenankan untuk pergi.

"Kita masih menunggu pihak yang bertanggung jawab atas pesawat kargo B 777 dari Etiofia," Kata Suwarso di Bandara Hang Nadim, Rabu (16/1/2019).

Selama tiga hari proses pemeriksan berjalan, belum ada pihak penanggung jawab maskapai yang mendampingi enam kru maskapai ini.

Berdasarkan pantauan, Kamis (17/1/2019), pukul 12.00 WIB, pesawat tersebut terlihat masih terpakir di bandara. Belum diketahui, mengapa pesawat kargo tersebut belum terbang ke tujuannya.

Tidak terlihat juga adanya aktivitas pemeriksaan di pesawat keluaran Boeing itu. Sedangkan para awak kabin diperiksa oleh pihak Imigrasi Batam.

Pesawat yang tak berizin itu awalnya terbang dari Addis Ababa menuju Hong Kong, kemudian dipaksa mendarat di Bandara Hang Nadim, Rabu (15/1), sekitar pukul 09.32 WIB.

Pesawat tersebut turun setelah melakukan komunikasi frekuensi darurat dengan TNI AU.

Pemaksaan turun (force down) tersebut dilakukan karena pesawat Ethiopian Air telah memasuki wilayah kedaulatan udara yurisdiksi Indonesia tanpa dilengkapi flight clearance (FC). 

Pesawat F-16 dengan kode panggilan 'Rydder Flight' yang diawaki oleh Kapten Pnb Barika dan Kapten Pnb Anang itu berhasil melakukan kontak visual dengan pesawat tersebut dan melakukan komunikasi pada frekuensi darurat. Pesawat Ethiopia itu pun akhirnya berhasil dipaksa turun. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya



Minggu, 17 Februari 2019, 11:18 WIB

2.900 Personel Polri Siap Amankan Debat Capres Kedua