Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Kamis, 16 Agustus 2018

 

 

PKB Tawar Posisi Cawapres, Fadli zon: Power Sharing Harus di Bicarakan

EP / Politik / Selasa, 05 Juni 2018, 12:42 WIB

Wakil Ketua DPR Fadli Zon | Foto: istimewa

JAKARTA - PKB enggan tergiur iming-iming power sharing yang ditawarkan Gerindra untuk bergabung ke Koalisi Keumatan 2019. Pihaknya menyatakan mereka masih ingin posisi cawapres. Gerindra menyebut permintaan PKB wajar dalam konteks tawar-menawar politik.

"Ya kan namanya kalau orang tawar menawar pasti harganya tinggi dulu kan. Nanti semakin hari semakin realistis. Nanti kita lihat aja," kata Fadli, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (5/6/2018).

Kendati demikian, Fadli mengklarifikasi tidak pernah berencana menawarkan jabatan menteri pada PKB maupun Partai Demokrat (PD). Yang ditawarkan, kata Fadli, berwujud power sharing.

"Saya sebenarnya tidak pernah mengatakan menawarkan jabatan menteri karena saya bukan dalam kapasitas itu. Tapi power sharing. Power sharing itu menurut saya sesuatu yang wajib dilakukan dalam koalisi. Dan power sharing itu harus dibicarakan. Power sharing-nya dalam bentuk apa," ujar Fadli.

Menurut Fadli, efektifitas power sharing juga dibutuhkan kesamaan visi dan misi. Jika, antara Gerindra dan PKB maupun Demokrat ada dalam visi-misi yang sama, lanjutnya, barulah kemudian bisa dibicarakan. 

"Jadi tinggal nanti rumusnya seperti apa. Kan ada partai yang kuat di wilayah tertentu atau pada segmen masyarakat tertentu. Ada yang kuat di misalnya di basis-basis konstituennya di provinsi tertentu dan sebagainya. Jadi harus sama-sama nanti didudukkan dipetakan. Nah ini duduk bersama ini belum," ujar Fadli. 

"Jadi harus sama sama nanti didudukan dipetakan. Nah ini, duduk bersamanya ini belum. Yang secara serius membicarakan hal ini," sambungnya.

Sebelumnya, Wasekjen PKB Daniel Johan pada posisi ini mengingatkan partainya agar sekadar menargetkan kursi menteri di jajaran kabinet pemerintahan. Saat ini, sang ketum, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), sudah mulai melakukan sosialisasi sebagai calon RI-2.

"Terima kasih yang dalam, tapi amanah para ulama dan kader seluruh Nusantara kepada Cak Imin adalah maju sebagai cawapres," ungkap Daniel saat dimintai tanggapan, Senin (4/6/2018).

Sementara, Demokrat pun menjawab tawaran Gerindra dengan cukup dingin. Wasekjen Partai Demokrat Rachland Nashidik menekankan partainya bukanlah partai yang mengejar kursi kabinet.

"Secara prinsipil, harus ditekankan, PD bukan partai yang mengejar-ngejar kursi kabinet," kata Rachland saat dimintai tanggapan, Senin (4/6). (*)

Komentar

 

Berita Lainnya



Senin, 13 Agustus 2018, 12:51 WIB

Luhut Pastikan Ahok Dukung Jokowi-Ma'ruf