Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Rabu, 26 September 2018

 

 

PKPI Jadi Peserta Pemilu, Hendropriyono Pamit dari Dunia Politik

TK / Politik / Jumat, 13 April 2018, 14:15 WIB

Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Abdullah Makhmud Hendropriyono pamit dari dunia politik. Hal itu utarakan saat berpidato dalam sebuah acara di Kantor KPU RI, Jakarta, Jumat (13/4/2018). | Foto: istimewa

JAKARTA - Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) resmi menjadi peserta Pemilu 2019. Namun, Ketua Umum PKPI Hendropriyono mengatakan kemenangan ini merupakan kenangan terakhir baginya.

"Saya sangat gembira dan terharu, saya mendapat kenang-kenangan dari saudara-saudara, dari KPU untuk bisa dapat Surat Keputusan (SK) dan nomor urut 20 ini, karena ini saat saya terakhir berkiprah di dunia politik," kata Hendro saat memberikan sambutan usai mengambil nomor urut, di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (13/4/2018).

Hendro mengatakan saat ini dirinya memutuskan untuk berhenti dari dunia politik. Menurutnya, dirinya sudah merasa cukup berkiprah dalam dunia politik.

"Karena ini saat saya terakhir di dunia politik. Saya pribadi sudah merasa cukup adalah cukup untuk di dunia politik nasional. Bulan depan usia saya 73 mau 74 kalau tidak mau berhenti juga nanti diberhentikan tuhan, enough is enough," ujar Hendro.

"Saya 3 kali jadi menteri dan saya sudah dapat pengalaman di partai politik dan ini pengalaman pertama dan terakhir saya mohon doa restu," sambungnya.

Hendro juga menyampaikan maafnya kepada KPU bila terjadi kesalahan selama masa pendaftaran. Menurutnya kesalahan yang terjadi selama pendaftaran hingga keputusan peserta bukan dalam kesengajaan. 

"Saya mohon maaf apabila di dalam perjalanan selama dari awal sampai menerima putusan ada hal kurang berkenan karena ada benturan tidak sengaja di bawah karena kami tidak sengaja," ucap Hendro.

Ia berharap seluruh peserta dan penyelenggara dapat bekerja sama dengan tidak saling menzalimi. Menurutnya KPU dan masyarakat harus bersama menegakkan demokrasi.

"Kami harapkan kita bisa kerjasama dan saling koreksi untuk kebaikan bersama untuk membangun negara republik. Ke depan kami ingin rekatkan kerja sama dengan tidak menzalimi satu sama lain dan mencari kesalahan masing-masing kita percaya KPU pelan bagi masyarakat untuk menegakkan demokrasi," tuturnya. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya

Senin, 24 September 2018, 21:32 WIB

Timses: Jokowi Hanya akan Kampanye Saat Hari Libur





Senin, 24 September 2018, 12:20 WIB

Ma'ruf Amin Dapat Dukungan dari Habib Muda