Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Senin, 19 November 2018

 

 

Polisi Bongkar Sindikat Liquid Vape Mengandung Ekstasi

EP / Nasional / Kamis, 08 November 2018, 15:40 WIB

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di markas Reborn Cartel, Kamis (8/11/2018). | Foto: istimewa

JAKARTA - Polra Metro Jaya membongkar sindikat narkotika yang merupakan produsen cairan rokok elektrik atau liquid vape yang mengandung ekstasi.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, sindikat ini bernama 'Reborn Cartel' yang bermarkas di Jl. Janur Elok VII Blok QH5 No. 12 Kelapa Gading Jakarta Utara.

"Awalnya tim mendapatkan informasi dari masyarakat, bahwa sedang marak perdagangan narkotika jenis liquid vape via sosmed, sehingga tim melakukan pendalaman dengan cara memesan liquid vape dengan pembayaran M-banking tujuan rekening atas nama tersangka ER," kata Argo Yuwono di markas Reborn Cartel, Kamis (8/11/2018).

Argo menjelaskan, operasi ini dilakukan Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya sejak 9 Oktober 2018 hingga 2 November 2018.

Kemudian, Polda Metro Jaya bekerjasama dengan Puslabfor Polri dan LP Cipinang, untuk melakukan penggeledahan di Kelapa Gading.

"Dari hasil penggeledahan ini, polisi berhasil membekuk 18 orang tersangka. Mereka adalah ER, DIL (23 tahun), AR (18), AG, KIM (21), TM (21), SEP (22), BUS (26), DAN (28), BR (21), VIK (20), DW (25), DK (24) dan AD (27)," ungkap Argo.

Sedangkan empat orang lainnya merupakan tahanan BNN, yaitu COK (35 tahun), HAM (20 tahun), VIN (26 tahun) dan TY (28 tahun). 

Menurut Argo, TY menjadi dalang sindikat ini, dan mengendalikannya dari tahanan. Dia menjadi inisiator dari proses produksi vape liquid narkotika ini. 

Selain itu, masih ada satu tersangka berinisial GUN yang masih buron. Polisi masih melakukan pengejaran untuk menangkap GUN. 

Argo mengatakan, saat melakukan penggeledahan di markas Reborn Cartel, polisi juga menyita sejumlah barang bukti.

Di antaranya adalah 10 botol kecil merk Illusion berisi cairan liquid Vape, helm ojek online, buku tabungan, kartu identitas, alat-alat laboratorium, satu unit mobil Avanza berisi produk siap jual, satu unit mobil BMW Silver, dan satu unit mobil BMW Hitam. 

Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Calvijn Simanjuntak menambahkan, liquid narkoba diproduksi di Jl Janur, Kelapa Gading. Setelah itu, liquid vape ekstasi dikemas di unit Apartemen Paladian Park.

"(Liquid ekstasi) dimasukkan ke dalam botol dan diberi label dan hologram," ujar Calvijn.

Setelah pengemasan produk, barang dibawa ke Apartemen Bassura untuk distribusi penjualan.

"Ini (lokasi 1) disewa atas nama BR, sudah berjalan 8 bulan. Apartemen Paladian berjalan 3 bulan. Apartemen Bassura berjalan 2 sampai 3 bulan," ujar Calvijn.

Liquid vape ekstasi dijual secara online lewat media sosial. Harganya Rp 340-450 ribu.

"Pendistribusian dengan dua cara, oleh ojek online dan jasa ekspedisi. Para pekerja ini, jika tidak mepet dan banyak pemesanannya, mereka kadang menyamar sebagai (driver) ojol," ujar Calvijn.

Sedangkan sindikat Reborn Cartel disebut membuat 22 produk dari 2017 hingga 2018. Produk terakhirnya adalah liquid Illusion, pencampuran MDMA dan 5 Fluoro ADB ke dalam vape.

"Sementara ini sudah kurang-lebih 48 kota yang sudah dilakukan pendistribusian (liquid vape ekstasi). Pendistribusian secara online," sambung Calvijn. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya