Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Rabu, 21 November 2018

 

 

Polisi Duga Ada Unsur Kesengajaan Pencemaran Air PDAM Solo

TK / Nasional / Sabtu, 20 Oktober 2018, 18:46 WIB

Ilustrasi | foto: istimewa

SOLO - Direktur Reskrim Khusus (Dir Reskrimsus) Polda Jawa Tengah, Kombespol M. Hendra Suhartiyono menyatakan pihaknya menduga kuat ada unsur kesengajaan dari pihak PT Mahkota Citra Lestari dalam kasus pencemaran air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang membuat air berubah warna menjadi hitam.

Hal itu terungkap setelah pihaknya menggelar rekonstruksi di rumah warga dan lokasi pabrik yang berada di Jalan Adi Sumarmo Nomor 257, Banyuanyar, Banjarsari, Sabtu (20/10/2018).

"Sampai saat ini adalah diduga ada unsur kesengajaan dari pemilik pabrik yang membuang air limbah ke saluran PDAM sehingga membuat air PDAM menjadi merah karena tercemar limbah," jelas Hendra di lokasi.

Namun pihaknya masih belum membeberkan alasannya tersebut. Polisi masih akan terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.

"Sekarang sudah enam-tujuh saksi dan akan bertambah lagi sampai empat-lima orang," ujar Hendra.

Sementara untuk penetapan tersangka bagi pemilik pabrik, ia mengatakan bahwa akan mengikuti prosedur gelar perkara terlebih dahulu.

Terlebih saat ini pihaknya juga masih menunggu hasil uji lab air yang tercemar limbah dan sampel limbah dari Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Yogyakarta (BTKLPPY).

"Nanti setelah dari sini kita akan gelar perkara dan akan tentukan tersangkanya. Kami juga masih menunggu hasil labnya, Senin akan kita ambil bersama PDAM ke laboratorium di Jogja. Dan selanjutnya penyelidikan akan terus kita lakukan sampai kasus selesai. Mudah-mudahan bisa cepat selesai," jelasnya.

Soal pasal yang disangkakan, Hendra mengatakan pihaknya sementara ini menggunakan Pasal 98 Undan-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup dengan ancaman hukuman minimal tiga tahun penjara dan maksimal 10 tahun.

"Pabrik ini sudah kita police line sehingga otomatis tidak boleh digunakan untuk berproduksi. Kalau soal pembangunan pabrik silahkan masih jalan karena beda soal. Tapi kalau nekat produksi jelas akan kena pasal lain," kata Hendra. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya