Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Senin, 19 November 2018

 

 

Polisi Selidiki Aktivitas Kru Lion Air PK-LQP Manado-Denpasar-Jakarta

TK / Nasional / Jumat, 09 November 2018, 18:00 WIB

Ilustrasi | Foto: istimewa

JAKARTA - Tim khusus Bareskrim Polri memeriksa kru Lion Air PK-LQP saat terbang dari Manado, Sulawesi Utara menuju Denpasar, Bali, kemudian dari Denpasar menuju Jakarta.

Langkah ini ditempuh dalam rangkaian penyelidikan penyebab jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP di Perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat saat terbang dari Jakarta menuju Pangkalpinan, Bangka Belitung pada Senin (29/10).

"Jadi untuk timsus ini sudah bekerja mulai menyelidiki dari pesawat itu terbang dari Manado pada 28 Oktober. Dari Manado sudah melakukan investigasi, interview, terhadap personel-personel crew handling, keamanan, kemudian bagian kesehatan untuk mengecek latar belakang seluruhnya," kata Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasteyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (9/11/2018). 

Dedi mengatakan, tim juga mengecek bagasi dan manifes serta rekam kesehatan para staf dan pilot. Apakah ada kemungkinan terkait narkoba atau tidak. 

"Kemudian tim melakukan investigasi di Bali, sama, Poldanya kita melakukan pemeriksaan dan interview pada seluruh kru yang berkaitan dengan penerbangan pesawat Lion Air tersebut," ujar Dedi. 

"Dari Bali tim memeriksa indikasi sabotase dan nonteknis lainnya, narkoba, terorisme ini bahan bahan sudah dikumpulkan dan dianalisis. Bahan bahan ini akan di-klop-kan dengan hasil teknis dari hasil pemeriksaan KNKT. Nanti kalau sudah klop, dari hasil KNKT-nya misalnya penyebab kecelakaan adalah faktor ini," sambungnya.

Dedi menjelaskan, jika ada kemungkinan kelalaian atau perbuatan pidana, maka penyelidikan akan dinaikkan menjadi penyidikan. Namun, dalam melaksanakan tugas, Polri berazaskan kehati-hatian. 

"Teknisnya KNKT sebagai leading sektor karena KNKT punya ahli yang berkompeten menganalisis jatuhnya pesawat tersebut. Tim terus bekerja. Kita mengumpulkan kita berkoordinasi, KNKT hasilnya seperti apa kita menunggu hasil knkt," jelas Dedi. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya