Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Jumat, 27 April 2018

 

 

Pramono Anung Bantah Terima USD 500 Ribu Terkait e-KTP

TK / Nasional / Kamis, 22 Maret 2018, 16:08 WIB

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung | Foto: istimewa

JAKARTA - Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung membantah tudingan dari terdakwa mantan Ketua DPR Setya Novanto yang menyebut dirinya menerima aliran dana 500 USD dari megaproyek e-KTP.

"Saya pimpinan DPR yang membawahi Komisi IV sampai Komisi VII. Sama sekali tak berkaitan dengan Komisi II dan sama sekali tak berkaitan dengan Banggar. Kalau ada yang memberi, logikanya wewenang jabatan kedudukan. Saya nggak pernah ngomong satu pun tentang e-KTP," ujar Pramono di Istana Negara, Jakarta, Kamis (22/3/2018).

Menurut Pramono, Setya Novanto selalu menyampaikan keterangan berdasarkan pernyataan katanya dan bukan berdasarkan fakta dalam persidangan. Sebab itu, ia menegaskan, siap dikonfrontasi dengan Setya Novanto guna meluruskan pemberitaan ini.

"Saya tak melihat langsung tapi mendengar dari online, tapi Pak Nov selalu katanya, katanya, katanya, tapi mengenai dirinya tak ingat. Maka demikian karena menyangkut integritas, saya sebagai orang yang panjang dalam karier politik, saya siap dikonfrontasi dengan siapa saja, di mana saja, kapan saja, monggo-monggo saja," tegasnya.

Selama menjadi wakil ketua DPR periode 2009-2014, Pram mengkoordinasikan Komisi IV sampai Komisi VII. Dia tak pernah membahas proyek KTP-el yang berada di Komisi II dan Badan Anggaran (Banggar).

"Kalau ada orang yang memberi, itu logikanya berkaitan dengan kewenangan jabatan kedudukan. Saya enggak pernah ngomong yang berkaitan dengan KTP-el, termasuk semua pejabat yang diperiksa dan dipersidangan yang ada kemarin. Tidak ada satupun yang pernah berbicara KTP-el dengan saya," kata Pramono.

Politisi PDI Perjuangan itu menilai, pernyataan Setya Novanto lantaran ingin menjadi justice collaburator dalam kasus megalroyek e-KTP. Kendati demikian, Pramono membenarkan sempat berbincang dengan Setya Novanto saat menghadiri acara ngunduh mantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Solo beberapa waktu lalu.

"Kalau Pak Nov mau dapat JC, jangan sebut nama yang bapak pikir bisa ringankan bapak. Saya yakin bukan meringankan, terus terang Pak Nov minta tolong pada saya, termasuk yang di Solo sebenarnya nggak ada urusan yang dilakukan Pak Nov agar ketika dia kirim surat untuk minta pemeriksaannya dapat izin Presiden, saya tidak jawab," ungkap Pramono.

Ia memastikan, tidak pernah sama sekali membahas proyek e-KTP bersama Komisi II saat menjabat pimpinan DPR. Bahkan, Pramono kembali mempertanyakan pernyataan Setya Novanto yang menyebut alasan dirinya harus mendapat aliran dana proyek e-KTP.

"Pimpinan DPR termasuk Pak Marzuki tak pernah bahas e-KTP. Silakan cek di DPR, ada notulen dan sebagainya. Saya sebagai pimpinan DPR tak ada urusan Komisi II dan Banggar, kenapa saya mesti dikasih? Memangnya saya jagoan," tandasnya. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya




Senin, 26 Februari 2018, 21:37 WIB

Gempa 6,0 SR Guncang Pulau Buru Maluku