Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Minggu, 17 Februari 2019

 

 

PSI Sebut Pembebasan Abu Bakar Ba\'asyir Seperti Antasari, Tak Terkait Pilpres

TK / Nasional / Senin, 21 Januari 2019, 10:49 WIB

Jubir PSI Guntur Romli | foto: istimewa

JAKARTA - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyayangkan pembebasan tanpa syarat terhadap terpidana kasus terorisme Ustaz Abu Bakar Ba'asyir dikaitkan dengan politik. Terutama dengan kepentingan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2019. 

"Padahal kasus pembebasan Abu Bakar Ba'asyir adalah murni hukum yang berdasarkan peraturan dan perundangan yang berlalu di negeri ini," kata Juru Bicara PSI, Guntur Romli, dalam keterangan tertulis, Senin (21/1/2019). 

"Pembebasan Abu Bakar Baasyir bukan kasus baru, yang artinya tidak bisa dikaitkan dengan kepentingan politik Pilpres 2019 seperti yang dituduhkan lawan-lawan Jokowi," sambungnya. 

Guntur mengatakan, pembebasan Ba'asyir murni kepentingan hukum dan karena alasan kemanusiaan. 

"Apalagi ditambah kondisi Abu Bakar Baasyir yang sudah tua dan sakit-sakitan yang menurut Presiden Joko Widodo inilah yang disebut alasan kemanusiaan," ujar Guntur. 

Guntur menuturkan, langkah hukum seperti yang diberikan terhadap Ba'asyir juga bukanlah hal baru di Indonesia. Misalnya kasus mantan Ketua KPK Antasari Azhar. 

"Contoh kasus lain yang bisa dibandingkan dengan kasus Abu Bakar Ba'asyir adalah kasus Antasari Azhar yang juga bebas setelah menjalani 2/3 masa hukumannya," kata Guntur. 

"Antasari bebas bersyarat setelah melewati dua pertiga masa pidana," tambahnya. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya