Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Rabu, 21 November 2018

 

 

Raja Salman Telepon Erdogan Bahas Hilangnya Jurnalis Jamal Khashoggi

TK / Internasional / Senin, 15 Oktober 2018, 11:36 WIB

Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud dari Arab Saudi menelepon Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan terkait kasus hilangnya jurnalis Jamal Khashoggi. Mereka berbicara cukup lama pada Minggu 14 Oktober, kemarin. | foto: istimewa

RIYADH - Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud dari Arab Saudi menelepon Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan terkait kasus hilangnya jurnalis Jamal Khashoggi. Mereka berbicara cukup lama pada Minggu 14 Oktober, kemarin.

"Mereka menekankan pentingnya kedua negara mereka menciptakan tim kerja gabungan untuk menyelidiki hilangnya Khashoggi," sebut pernyataan dari sumber kepresidenan Turki, dikutip dari AFP, Senin (15/10/2018).

Namun, sumber tersebut enggan membeberkan detail tim kerja penyelidikan gabungan tersebut. Ia hanya menekankan, tim segera dibentuk secepatnya.

Secara terpisah, kantor berita Saudi Press Agency (SPA) menyebut bahwa dalam percakapan telepon dengan Erdogan, Raja Salman berterima kasih pada Erdogan karena menyambut baik proposal Saudi soal pembentukan tim kerja gabungan untuk membahas kasus Khashoggi. 

SPA juga menyebut bahwa Raja Salman menekankan semangat Kerajaan Saudi untuk melindungi hubungan dengan otoritas Turki dan menegaskan tidak akan ada satupun pihak yang mempengaruhi kuatnya hubungan kedua negara. 

Menurut SPA, Erdogan juga menyampaikan apresiasi dan tekad untuk memperkuat serta mengembangkan hubungan kedua negara. 

Khashoggi (59) yang seorang wartawan dan kolumnis The Washington Postmenghilang sejak masuk ke dalam Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober lalu.

Khashoggi mendatangi Konsulat Saudi untuk mengurus dokumen agar bisa menikahi tunangannya asal Turki, Hatice Cengiz.

Konsulat Saudi sebelumnya menyebut Khashoggi telah keluar dari gedung itu. Namun otoritas Turki dan tunangan Khashoggi menegaskan dia masih ada di dalam konsulat.

Sumber-sumber pemerintahan Turki lantas menyebut Khashoggi dibunuh di Konsulat Saudi. Tuduhan itu dibantah keras oleh Saudi.

Sejauh ini, otoritas Saudi belum memberikan penjelasan menyeluruh soal Khashoggi. Meskipun bantahan telah beberapa kali disampaikan ke publik, termasuk yang terbaru dari Menteri Dalam Negeri Saudi, Pangeran Abdel Aziz bin Saud bin Nayef.

Dalam pernyataan pada Sabtu (13/10) lalu, Pangeran Abdel Aziz menyebut tuduhan semacam itu 'bohong dan tidak berdasar'.

Beberapa negara selain Turki, seperti Amerika Serikat, Prancis dan Inggris telah menyerukan agar kasus Khashoggi diselidiki hingga tuntas.(*)

Komentar

 

Berita Lainnya