Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Senin, 19 November 2018

 

 

Rektor UGM: Wisuda Mahasiswa Terduga Pemerkosa Ditunda 1 Semester

TK / Regional / Jumat, 09 November 2018, 18:34 WIB

Rektor UGM, Panut Mulyono | Foto: istimewa

SLEMAN - Terduga pelaku kekerasan seksual di Universitas Gadjah Mada (UGM), HS, terdaftar dalam prosesi wisuda yang akan digelar pada 22 November 2018.

Rektor UGM, Panut Mulyono menegaskan bahwa terduga pelaku perkosaan mahasiswi KKN pada pertengahan 2017 lalu tak bisa diwisuda bulan ini. Wisuda mahasiswa terduga pelaku ini ditunda selama satu semester.

"Jelas, jelas. Jadi anak kami yang laki-laki itu tidak wisuda besok. Kita tunda wisudanya satu semester sambil dia juga menyelesaikan tadi, proses yang harus dijalani menurut rekomendasi tersebut (tim investigasi UGM)," kata Panut usai menjadi pembicara seminar nasional pascasarjana kimia 2018 bertema 'disruptive chemistry for a better life', di Gedung Pascasarjana FMIPA UGM Yogyakarta, Jumat (9/11/2018).

Panut menjelaskan dalam kasus ini UGM sempat membentuk tim investigasi internal. Tim tersebut juga telah mengeluarkan beberapa rekomendasi, seperti meminta pihak kampus memberikan bimbingan konseling kepada terduga pelaku dan korban.

Ia menegaskan bahwa mahasiswa terduga pelaku perkosaan tidak bisa diwisuda. Walaupun mahasiswa Fakultas Teknik UGM itu kenyataannya telah mendaftar dan namanya tercantum dalam daftar wisudawan yang akan dilaksanakan Kamis, (22/11) ini.

"Ya, benar (terduga pelaku sempat terdaftar sebagai calon wisudawan)," ucap Panut.

"Awalnya begini ya, ini ya sekali lagi miscommunication antara universitas dengan pihak fakultas, dengan pihak departemen, begitu. Yang pihak departemen tidak mengetahui atau tidak mendapatkan informasi tentang proses yang sudah dilakukan oleh si anak ini," tambahnya.

Menurutnya, karena pihak departemen tidak mendapatkan informasi dengan baik akhirnya terduga pelaku dianggap sudah layak diwisuda.

Padahal faktanya mahasiswa tersebut masih harus menjalani proses penyelesaian internal di UGM.

"Sekali lagi ya, karena mis-komunikasi kok ada yang memberikan pasword (kepada pelaku) untuk daftar wisuda, sehingga namanya muncul di list calon wisudawan," ungkapnya.

"Lha ini yang kami ralat, kami pastikan bahwa yang bersangkutan ditunda tidak diwisuda besok November ini. Tapi ditunda satu semester mendatang sambil menjalankan semua proses yang harus dijalani menurut hasil tim rekomendasi," sambungnya. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya




Jumat, 16 November 2018, 12:57 WIB

Tiga Pembunuh Sopir GrabCar di Palembang Ditangkap