Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Senin, 18 Juni 2018

 

 

Riset I2: Suara Aktivis Buruh Kalah Pamor dengan Politisi

AD / Politik / Kamis, 03 Mei 2018, 05:49 WIB

Demo buruh/foto:istimewa

JAKARTA-Aktivis buruh dinilai mulai kalah pamor dibanding suara para politisi dalam pemberitaan isu perburuhan di media massa. 

 

Hal itu terungkap berdasarkan hasil riset Indonesia Indicator (I2), dari 10 narasumber yang paling banyak dikutip media dalam berita buruh, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menjadi satu-satunya aktivis buruh yang bertengger di peringkat ke-2 dengan 3.469 pernyataan. Ucapannya dikutip 1.301 berita.

 

"Suara-suara aktivis buruh kalah lantang dengan suara politisi," ujar Direktur Komunikasi Indonesia Indicator (I2) Rustika Herlambang, Rabu (2/4).

 

Sepanjang 1 Mei 2017-30 April 2018, jumlah berita tentang buruh dan perburuhan yang dimuat 1.726 media online lokal dan nasional mencapai 86.656. Pemberitaan mengenai buruh memperlihatkan tren meningkat secara linier dalam setahun terakhir, dengan rata-rata 7.221 berita setiap bulan. 

 

Menurut Rustika, dalam satu tahun terakhir, terdapat gejala di mana buruh semakin berimpit dengan isu politik, terutama terkait dengan Pilpres 2019.

"Irisan antara buruh dengan isu politik dari segi ekspos media cenderung menguat bersamaan dengan tahun politik saat ini,” paparnya.

 

Rustika juga menyebut, buruh merupakan salah satu elemen masyarakat penggerak roda perekonomian yang dianggap memiliki basis massa yang kuat dan solid. “Sehingga hal itu mengindikasikan peningkatan berita buruh yang ditopang dan dipicu isu politik dan pemilu,”sambung Rustika.

 

Bukti bahwa suara aktivis buruh begitu marginal ditunjukkan dengan viralnya cuitan-cuitan Fadli Zon dan Fahri Hamzah, dua sosok politisi oposisi tersebut masuk dalam jajaran top ten influencer di media yang menyuarakan perburuhan dalam posisi yang berseberangan dengan pemerintah. 

 

"Di antaranya adalah ide Fadli Zon untuk membentuk Pansus mempertanyakan Perpres Nomor 20 Tahun 2018 yang memberikan kemudahan bagi masuknya Tenaga Kerja Asing ke Indonesia," tambahnya.

 

Fadli Zon bertengger di posisi ke-6 top ten influencer di media yang menyuarakan soal perburuhan dengan total pernyataan sebanyak 2189 dikutip dari 554 berita.

Sedangkan Fahri Hamzah berada di posisi ke-8 dengan total pernyataan sebanyak 1666 dari 501 berita.

 

Selain itu, dua politisi yang sedang bertarung di Pilkada Jawa Timur Saifullah Yusuf menduduki peringkat ke-9 dengan 1.242 pernyataan dan Khofifah Indar Parawansa menduduki posisi ke-19 dengan 712 pernyataan.

 

"Dalam jajaran 10 nama, atau bahkan 20 nama terbanyak menyuarakan isu buruh di media, tak terdapat satupun politisi dari barisan parpol pendukung pemerintah,” kata Rustika.

 

Padahal isu perburuhan termasuk isu Tenaga Kerja Asing (TKA) yang belakangan agak menghangat justru digunakan kekuatan oposisi untuk mengkritik pemerintahan Presiden Jokowi. 

 

Sebagai bagian dari kontestasi politik menuju Pilpres 2019, tutur Rustika, pro dan kontra terhadap kebijakan terkait buruh masih tergolong wajar.

"Isu perburuhan memang rawan, namun sekaligus penting bagi upaya mendulang suara dukungan dalam Pilpres mendatang," tandasnya.(*)

 

Komentar

 

Berita Lainnya


Jumat, 15 Juni 2018, 23:13 WIB

Bawaslu: Rawan Money Politics Saat Idulfitri