Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Minggu, 21 Oktober 2018

 

 

SBY Minta Maaf Kepada Jokowi dan Jaksa Agung atas Tweet Andi Arief

TK / Politik / Jumat, 28 September 2018, 20:58 WIB

Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono | Foto: istimewa

JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono meminta maaf kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Jaksa Agung Muhammad Prasetyo terkait pernyataan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Andi Arief.

Hal itu terkait dengan pernyataan Andi yang menuding ada andil Jokowi dan Prasetyo berada di balik perpindahan Ketua DPD Demokrat Sulawesi Utara Vicky Lumentut ke Partai NasDem.

"Saya minta maaf kpd Presiden Jokowi & Jaksa Agung atas "tweet" Bung Andi Arief (AA), kader Demokrat, yg terlalu keras," ujar SBY lewat akun Twitter pribadinya @SBYudhoyono, Jumat (28/9/2018).

SBY mengatakan Andi Arief melontarkan pernyataan yang spontan. Namun, dia menilai pernyataan itu mungkin berlebihan dan membuat Jokowi dan Jaksa Agung M. Prasetyo tidak nyaman.

"Saya tahu AA mewakili perasaan jutaan kader Demokrat yang tidak terima partai dan pemimpinnya dilecehkan oleh Partai Nasdem," kata SBY.

Terkait dengan kejadian itu, SBY meyakini Jokowi tidak mengetahui. Ia pun yakin Jokowi merasakan yang dirasakan oleh Demokrat. Ia berharap semua pihak dapat mengambil hikmah dari kejadian tersebut.

"Saya juga yakin Presiden Jokowi ingin Pemilu ini berlangsung secara damai dan tak ada perilaku politik yang melampaui batasnya," ujar SBY.

Sebelumnya diberitakan, hal ini berawal dari cuitan politikus Demokrat, Yan Harahap di akun Twitternya soal Ketua DPD PD Sulut, Vicky Lumentut yang pindah partai ke NasDem.

Ia juga melampirkan video saat Ketum NasDem, Surya Paloh memakaikan jas NasDem ke Vicky.

Cuitan Yan Harahap kemudian diramaikan oleh Wasekjen Demokrat Andi Arief masih lewat sarana yang sama. Ia mencuitkan sejumlah tudingan, bahkan ikut membawa nama Presiden Joko Widodo.

"Kalau Jokowi memang terlibat dalam skandal Jaksa Agung jadi alat politik NasDem, saya menyerukan tagar 2018gantipresiden," cuit Andi di akun Twitternya, hari ini. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya



Selasa, 16 Oktober 2018, 11:56 WIB

Sandiaga: Kami Hindari Kampanye Negatif



Senin, 15 Oktober 2018, 13:39 WIB

Sandiaga Resmikan Rumah Pemenangan di Ciamis