Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Sabtu, 21 Juli 2018

 

 

Sebut Koalisi Jokowi Berantakan, Ini Bantahan Sekjen PPP untuk Waketum Gerindra

AD / Politik / Sabtu, 07 Juli 2018, 04:47 WIB

Partai pendukung Jokowi/foto:istimewa

JAKARTA-Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Ferry Juliantono menilai koalisi pengusung pemenangan Joko Widodo untuk maju sebagai calon presiden di Pilpres 2019 dalam kondisi yang tidak baik. 

"Kalau di kita (koalisi Prabowo) lancar, kalau di Pak Jokowi yang berantakan sekarang," ungkapnya di kediaman Prabowo, Jalan Kartanegara IV, Jakarta, Kamis(5/7). 

Pernyataan tersebut ia lontarkan lantaran melihat kalahnya pasangan calon Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno yang diusung koalisi partai PKB, PDIP, Gerindra dan PKS dari pasangan Khofifah Indar Parawansa -Emil Dardak yang diusung partai Demokrat, Golkar, Nasdem, Hanura, PPP, PKPI dan PAN. Tidak bulatnya koalisi dalam pilkada di wilayah tersebut dinilai sebagai salah satu indikasi terpecahnya suara partai.

"Ada tanda berantakanya sudah ada, antara PDIP dengan Pak Jokowi karena Pilkada Jatim," tambahnya.

Saat ditanyakan kekompakan koalisi pendukung Prabowo, pihaknya melihat semakin membaik terlebih pascadatangnya Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan ke kediaman Prabowo Subianto. 

"Indikatornya semakin baik lah, apalagi Pak Syarief Hasan juga datang, rasanya semangat juga," tuturnya. 

Berbeda dengan itu, sebelumnya Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani membantah koalisi partai pendukung Presiden Joko Widodo mulai goyah. Hal itu menyusul setelah PDIP mendapat hasil buruk pada Pilkada 2018.

"Bukti bahwa kesolidan itu terjaga ini kan tidak pernah ribut soal cawapres. Kita enggak pernah ribut soal cawapres apakah itu ketua umum partai A atau B, kan enggak," kata Arsul di kompleks Parlemen, Senayan.

Anggota Komisi III DPR itu juga membantah tongkat komando partai pimpinan koalisi Joko Widodo diperdebatkan. Arsul mengklaim selama ini tongkat komando tak pernah hanya dipegang oleh PDIP, melainkan dipegang secara bersama.

"Saya kira kalau di koalisi lima partai, tongkat komando dipegang bersama. Meskipun kita secara bercandaan mengatakan bahwa kepala gerbongnya adalah PDIP, tetapi kebersamaannya itu selalu di depan," tandas Arsul.(AD)

 

Komentar

 

Berita Lainnya