Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Sabtu, 17 November 2018

 

 

Temui Atlet Paralayang di Istana Negara, Menpora Tanyakan Soal Honor hingga Fisioterapi

TK / Nasional / Kamis, 17 Mei 2018, 11:04 WIB

Usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna dengan tema Persiapan Peluncuran Online Single Submission (OSS) di Istana Negara, Menpora Imam Nahrawi didampingi Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Mulyana bertemu dengan atlet Pelatnas Asian Games 2018 cabang olahraga Paralayang, Rabu (16/5) sore di halaman Istana Negara.  | Foto: istimewa

JAKARTA - Usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna dengan tema Persiapan Peluncuran Online Single Submission (OSS) di Istana Negara, Menpora Imam Nahrawi didampingi Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Mulyana bertemu dengan atlet Pelatnas Asian Games 2018 cabang olahraga Paralayang, Rabu (16/5) sore di halaman Istana Negara. 

Menpora melakukan dialog dengan mereka soal fasilitasnya, honornya, massage sampai menu makanannya. "Honor lancar ya?," tanya Menpora.

"Lancar," jawab atlet. Kalau fisioterapi atau massage bagaimana?," tanya Menpora lagi.

"Kalau massage yang ada sekarang ini adalah message lokal untuk cowok, yang cewek belum ada," jawab Pelatih kepala Paralayang Indonesia Gendon Subandono. "Untuk massgae bisa diambil dari UNJ," timpal Menpora. 

Kepada para atlet, pelatih dan manager paralayang, Menpora menyampaikan bahwa, laporan pertamananya pada Presiden Joko Widodo terkait cabor yang berpotensi emas adalah cabor paralayang.

"Laporan pertama saya ke Presiden Joko Widodo yang berpotensi mendapatkan emas adalah cabor paralayang, dan pada semua menteri saya juga katakan cabor paralayang berpotensi meraih emas," ucapnya.

Saat di tanya Menpora lawan terberatnya, Pelatih kepala Paralayang Indonesia, Gendon Subandono, menjawab adalah Thailand, RRC, Korsel, Nepal, Jepang.

"Insyah Allah kita akan berkunjung, masih ada beberapa cabang olahraga yang belum kita kunjungi termasuk cabor paralayang," ujar Gendon.

Gendon, mengatakan para atlet memang harus lebih banyak mendapat jam terbang. Sejauh ini, latihan biasanya dilakukan di Gunung Mas, Puncak, Bogor. Ini merupakan kali pertama cabang olahraga paralayang dipertandingkan di Asian Games 2018 dan diikuti 18 negara.

Dengan banyaknya atlet berprestasi dari Indonesia, cabang ini diharapkan mampu menambah perolehan emas Indonesia nanti. Pertemuan Menpora dengan para atlet Paralayang Indonesia di tutup dengan berfoto bersama di depan Istana Negara. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya


Sabtu, 17 November 2018, 10:46 WIB

Puncak Perayaan Hari Puisi Bakal Dihelat di TIM