Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Jumat, 27 April 2018

 

 

Tertarik Insentif Pajak, Perusahaan Tiongkok Siap Investasi USD10 Miliar

ENA / Nasional / Senin, 16 April 2018, 08:18 WIB

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan | Foto: Istimewa

JAKARTA - Sebuah perusahaan asal Tiongkok berminat investasi di berbagai daerah di Indonesia senilai USD10 miliar. Perusahaan tersebut, jelas dia, memiliki beberapa mitra bisnis di Indonesia dan siap mengembangkan industri di Morowali, Sulawesi Tengah, dan Halmahera Utara, Maluku Utara.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, perusahaan tersebut tertaril berinvestasi di luar kerangka kerja sama OBOE (One Belt One Road/Jalur Sutera dan Jalur Maritim Abad ke-21 yang digagas Tiongkok). Beberapa pimpinan perusahaan asal Tiongkok  tersebut menemui Luhut di sela-sela kunjungan resminya ke Beijing pada 12-14 April 2018.

Luhut mengatakan, selain daerah di Morowali, Sulawesi Tengah, dan Halmahera Utara, Maluku Utara, perusahaan asal Tiongkok bersama mitra lokalnya akan mengembangkan industri baja dan karbon.

"Selain itu mereka juga ingin mengembangkan industri lithium (baterai) untuk mobil listrik di Indonesia," kata Luhut, Minggu (15/4).  
 .
Luhut mengungkapkan keinginan perusahaan asal Tiongkok itu untuk berinvestasi di Indonesia karena tertarik dengan kebijakan insentif pajak untuk investasi asing yang nilainya di atas USD2,5 miliar.

Dalam kunjungannya ke Tiongkok tersebut, Menko Maritim bertemu dengan Perdana Menteri Li Keqiang, Penasihat Pemerintahan sekaligus Menteri Luar Negeri Wang Yi, jajajaran pejabat Menteri Perdagangan, pimpinan Komisi Nasional untuk Pembangunan dan Reformasi (NDRC), pimpinan Bank Pembangunan Tiongkok, dan kalangan pengusaha.

Luhut juga menyaksikan beberapa penandatanganan kontrak kerja sama bisnis antara perusahaan Indonesia dengan Tiongkok dan lembaga lainnya dalam kerangka kerja sama OBOR. Jenderal purnawirawan TNI itu juga mendapatkan kepastian dari PM Li yang akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada 6-8 Mei 2018. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya