Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Rabu, 12 Desember 2018

 

 

Tim Operasi Tinombala Dilengkapi Tim Buru Terlatih

ENA / Nasional / Selasa, 17 April 2018, 07:10 WIB

Ilustrasi Operasi Tinombala | Foto: Antara

JAKARTA - Operasi Tinombala di Kabupaten Poso terus dilakukan Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah. Operasi untuk mengejar anggota kelompok sipil bersenjata pimpinan Santoso yang meresahkan masyarakat.

"Untuk Operasi Poso nanti segera akan diganti pasukan, jadi termasuk tim buru yang sudah terlatih," kata Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Brigadir Jenderal I Ketut Argawa di Palu, Senin (16/4).

Ia menjelaskan, tim satuan tugas untuk operasi Tinombala juga akan ditambah dengan pasukan dari Brimob Kelapa Dua Jakarta yang sudah mendapat pembekalan untuk memburu teroris.

Operasi Tinombala dilaksanakan untuk melumpuhkan dan menangkap jaringan teroris Mujahidin Indonesia Timur yang dipimpin Santoso. Adapun Santoso telah tewas setelah baku tembak dengan satgas pada 18 Juli 2017. Setelah kematian Santoso, anak buahnya berturut-turut turun gunung.

Kekuatan mereka pun diduga semakin lemah. Ada yang menyerahkan diri, ada yang ditangkap karena kelelahan, atau tewas.

Polisi memperkirakan masih ada tujuh orang anggota MIT yang masih berkeliaran di Poso. Argawa pun mengimbau para buron kasus terorisme itu menyerahkan diri demi terciptanya kedamaian di wilayah Kabupaten Poso. "Para DPO kalau melangkah lebih proaktif dengan kita, kita disambut dengan baik sesuai dengan harapan masyarakat, bahwa kita menginginkan penanganan Poso yang lunak (soft)," kata dia.

Ia juga meminta kepada para buron ini untuk tidak melakukan tindakan yang bisa merugikan, khususnya kepada masyarakat yang tidak berdosa di wilayah Kabupaten Poso. "Satu yang kita harapkan, jangan ganggu masyarakat di sana, baik mereka yang sedang berkebun maupun aktivitas lainnya. Biarkan masyarak kita berkebun seperti masa-masa lalu," kata Argawa.

Operasi Tinombala akan dilaksanakan hingga tiga bulan ke depan setelah diperpanjang sejak 1 April 2018. Argawa mengatakan dalam operasi kali ini, pihaknya akan dibantu oleh anggota TNI sebanyak kurang lebih 100 orang. (*)

 

Komentar

 

Berita Lainnya


Rabu, 12 Desember 2018, 15:41 WIB

Sandi Undang Jokowi ke Rapimnas APPSI



Rabu, 12 Desember 2018, 15:36 WIB

KPK OTT Bupati Cianjur



Rabu, 12 Desember 2018, 15:25 WIB

Kemendagri Pastikan Tidak Ada DP4 Tambahan