Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Senin, 17 Desember 2018

 

 

Tindaklajuti Komitmen Presiden, Kemlu Dukung South Java Deep Sea Expedition 2018

TK / Nasional / Sabtu, 24 Maret 2018, 13:37 WIB

- Indonesia dan Singapura luncurkan South Java Deep Sea Expedition 2018 (Ekspedisi Laut Dalam Jawa Selatan 2018) di Jakarta, Jumat (23/3/2018). | foto: istimewa

JAKARTA - Indonesia dan Singapura luncurkan South Java Deep Sea Expedition 2018 (Ekspedisi Laut Dalam Jawa Selatan 2018). Ekspedisi laut dalam ini merupakan salah satu tindak lanjut dari pertemuan tahunan Leaders' Retreat Presiden RI dan PM Singapura tahun 2017.

Pada saat itu, kedua Pemimpin Negara berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama diantaranya untuk pengembangan riset dan teknologi.

Peluncuran program ini dilakukan di Jakarta (23/3/2018) atas kerja sama LIPI dengan National University of Singapore. Ekspedisi laut ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis biota laut dalam.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Prof. Dr. M. Nasir, Plt. Kepala LIPI, Dubes Singapura untuk Indonesia, Dubes Indonesia untuk Singapura, Direktur Asia Tenggara Kemlu dan para pejabat dari Kementerian dan Lembaga terkait, hadir dalam peluncuran.

“Pemerintah memberikan perhatian yang lebih besar terhadap aktivitas riset, termasuk mengupayakan  kelengkapan laboratorium. Sejalan dengan prioritas Bapak Presiden untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia," kata Prof. M. Nasir.

Sementara itu, Direktur Asia Tenggara, mewakili Kementerian Luar Negeri mengatakan, pengembangan budaya maritim dan pemanfaatan sumber daya maritim merupakan salah satu prioritas Indonesia sebagai negara maritim.

Kegiatan seperti ini, paparnya, akan dilanjutkan dengan riset yang merupakan kunci bagi peningkatan daya saing Indonesia di masa depan.

Ekspedisi ini menggunakan kapal riset Baruna Jaya 8, yang rencananya akan dilakukan selama 15 hari dan melibatkan 30 peneliti dari kedua negara. Lokasi ekspedisi adalah Selat Sunda ke arah timur menuju perairan Cilacap dan dilakukan pada kedalaman 500 – 2000 meter di bawah permukaan laut. 

Kegiatan penelitian akan difokuskan pada pengumpulan samples dari berbagai organisme laut alam yang biasanya sulit didapatkan seperti Crustacea (kepiting dan udang), Mollusca (kerrang), Porifera (spons laut), Cnidaria (ubur-ubur) Polychaeta (cacing), Echinodermata (bintang laut dan bulu babi), dan ikan. Studi tentang sample ini diperkirakan akan selesai pda tahun 2020.

Prof. M. Nasir juga mengadakan video conference dengan para peneliti yang bersiap-siap melaksanakan ekspedisi  di atas kapal Baruna Jaya 8. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya