Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Senin, 19 November 2018

 

 

UGM Darurat Pelecehan Seksual, Mahasiswa Gelar Aksi Kita Agni

TK / Regional / Kamis, 08 November 2018, 14:38 WIB

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam gerakan #kitaAGNI menggelar aksi bertajuk 'UGM Darurat Kekerasan Seksual' di halaman Fisipol UGM, Kamis (11/8/2018) | Foto: istimewa

YOGYAKARTA - Kasus kekerasan seksual yang dialami mahasiswi berinisial A ketika menjalani program KKN UGM pada Juni 2017 terus mendulang banyak simpati dan tekanan agar diusut tuntas. 

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam gerakan #kitaAGNI menggelar aksi bertajuk 'UGM Darurat Kekerasan Seksual' di halaman Fisipol UGM siang ini.

Aksi yang diikuti puluhan mahasiswa ini secara simbolis diawali dengan meniupkan peluit dan membunyikan kentungan.

Barisan massa yang hadir membentuk formasi melingkar, di tengahnya terdapat baliho berisi petisi atau tuntutan gerakan #kitaAGNI kepada pihak kampus.

Kemudian, massa aksi bergiliran membubuhkan nama, nomor induk mahasiswa, dan tanda tangan di baliho tersebut.

Tanda tangan tersebut adalah bukti bahwa mereka mendukung Agni (nama samaran yang dipakai dalam artikel yang ditulis oleh Badan Penerbitan dan Pers Mahasiswa Balairung) dalam mencari keadilan.

Humas aksi tersebut, Cornelia Natasya mengatakan, solidaritas ini muncul karena pelaku pelecehan seksual segera lulus.

"Namanya sudah tercantum di nama wisudawan November 2018. Kami ingin mendapatkan transparasi kejelasan dan hukuman yang adil bagi pelaku seksualnya," tegasnya di sela-sela aksi.

Gerakan Kita Agni, diambil dari nama samaran yang diberikan kepada korban atau penyintas pada kasus KKN 2017 lalu. Menurut para peserta aksi, peristiwa kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan UGM tak hanya sekali itu saja.

"Kasus pelecehan dan kekerasan seksual di UGM tidak hanya sekali. Agni dengan keberaniannya mengantar kami sampai hari ini. Tidak semua penyintas berani berjalan sendiri dan membangun support sistemnya sendiri. Dan Agni melakukan itu, kami di sini akan melanjutkan perjuangan Agni bersama Agni-agni yang lain," ungkap Cornelia.

Menurut Cornelia, UGM mempunyai kewenangan untuk menghukum dan menindak tegas pelaku pelecehan seksual. Sebagai individu yang terpisah, ia juga mengatakan UGM sangat abai.

"Tidak berpihak kepada korban. Ditawarkan jalan keluar yang tidak dibawa ke mana-mana. Mendorong Agni ke jalur hukum itu juga bermasalah. UGM harus menghargai penyintas. Tekanan yang diterima penyintas itu sangat tidak sederhana," lanjutnya. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya




Jumat, 16 November 2018, 12:57 WIB

Tiga Pembunuh Sopir GrabCar di Palembang Ditangkap