Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Jumat, 26 April 2019

 

 

Wiranto Larang Pawai Kemenangan Sebelum KPU Umumkan Hasil Resmi

EP / Nasional / Senin, 15 April 2019, 16:58 WIB

Menko Polhukam Wiranto di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (4/12/2018). | foto: istimewa

JAKARTA - Menko Polhukam Wiranto melarang peserta pemilu dan pendukung melakukan pawai kemenangan seusai pencoblosan. Wiranto mengajak masyarakat menunggu hasil resmi dari KPU terlebih dahulu.

"Maka tadi dari aparat kepolisian telah tegas tegas mengatakan bahwa mobilisasi massa dalam rangka pawai kemenangan sebelum pengumuman resmi diumumkan maka akan tidak diizinkan, karena nyata-nyata apa itu melanggar undang-undang menyatakan pendapat dimuka umum, Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998," kata Wiranto di kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (15/4/2019).

Wiranto menjelaskan ada 4 syarat agar bisa mendapatkan izin melakukan mobilisasi massa sesuai undang-undang. Salah satunya tidak mengganggu ketertiban umum.

"Di mana di pasal 6 kegiatan unjuk rasa, kegiatan mobilisasi massa di muka umum itu paling tidak ada 4 syarat, tidak mengganggu ketertiban umum, tidak mengganggu kebebasan orang lain, kemudian dalam batas-batas etika dan moral. Yang keempat, tidak mengganggu kesatuan dan persatuan bangsa," jelasnya.

Ia juga menyarankan masyarakat cukup melakukan syukuran di rumah masing-masing ketimbang melakukan pawai kemenangan. 

"Nah kalau syukuran kemenangan di rumah masing-masing boleh tentunya ya, syukuran kemenangan di rumah tetangganya hadir boleh," ucap Wiranto. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya


Jumat, 26 April 2019, 11:14 WIB

Sungai Cisadane Meluap, Tangerang Siaga 1 Banjir