Home Hukum Handphone Ilegal Rugikan Negara Rp1 Triliun

Handphone Ilegal Rugikan Negara Rp1 Triliun

0
SHARE
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyaksikan penandatanganan MoU untuk memberantas peredaran ponsel ilegal di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Kamis (10/8). | Foto: istimewa

JAKARTA – Kementerian Perindustrian mengatakan masuknya telepon genggam secara ilegal ke Indonesia merugikan negara senilai Rp1 triliun per tahun. Kemenperin menilai ponsel dapat masuk karena persoalan pada pengawasan masuknya barang dari luar negeri.

Menanggapi pernyataan Kemenperin, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira menilai sistem pengawasan impor yang dimiliki oleh Indonesia masih rendah. Oleh sebab itu handphone ilegal masuk ke Indonesia dengan bebas.

“Sistem untuk cek handphone ilegal melalui nomor IMEI (International Mobile Station Equipment Identity) belum sepenuhnya berjalan,” kata dia ketika dihubungi di Jakarta.

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian bersama Qualcomm Incorporated baru saja menandatangani kesepakatan untuk memberantas ponsel ilegal. Pemberantasan tersebut melalui IMEI data dari setiap ponsel yang masuk ke Indonesia.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, kerjasama ini akan berjalan selama enam bulan kedepan.

“Datanya baru mau diolah. Data yang sudah masuk ke perindustrian, 40 juta IMEI yang sudah terdaftar. Yang tidak terdaftar ya belum tau karena kita baru mau sinkronisasi data,” ujarnya di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Kamis (10/8/17).

Menurutnya, keberadaan ponsel ilegal dianggap cukup merugikan negara. Kerugian dari dari ponsel ilegal tersebut ditaksir mencapai Rp 1 triliun per tahunnya.

Hal itu mengambil sampel dari 60 juta unit produk ponsel yang terjual. Dari total penjualan tersebut, sebanyak 20 persennya merupakan produk ilegal.

“Dari 12 juta unit itu kalau rata-rata harganya USD 100, sudah berapa? kerugiannya bisa sampai Rp 1 triliun,” ujarnya.

Menperin berharap melalui kerjasama dengan Qualcomm akan berjalan baik. Keduanya akan menggabungkan data-data yang dimiliki untuk memonitor keberadaan barang gelap tersebut. (ENA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here