Home Nasional Indonesia-Norwegia Tandatangani Kerjasama Bebas Visa Paspor Diplomatik dan Dinas

Indonesia-Norwegia Tandatangani Kerjasama Bebas Visa Paspor Diplomatik dan Dinas

0
SHARE
Menlu Retno Marsudi dan Menlu Norwegia Borge Brende menandatangani kerja sama bebas visa untuk pemegang paspor diplomatik dan dinas, Oslo, Norwegia (12/6). | Foto: kemlu.go.id

OSLO –  Setelah dirundingkan selama dua tahun terakhir, Indonesia dan Norwegia berhasil menandatangani kerja sama bebas visa untuk pemegang paspor diplomatik dan dinas. Penandatanganan kerjasama ini merupakan suatu langkah baru mempererat hubungan bilateral kedua negara.

Demikian disampaikan Menlu RI Retno L.P. Marsudi dalam Sidang Komisi Bersama (SKB) untuk Kerja sama Bilateral RI-Norwegia ke-3 yang dilaksanakan di Oslo, Norwegia (12/6).

Menlu Retno dan mitranya, Menlu Norwegia Borge Brende yang memimpin SKB, bertekad memperkuat kerjasama di beberapa prioritas kerjasama, antara lain di bidang perubahan iklim/kehutanan, perikanan dan kelautan, energi dan dialog hak asasi manusia.

Kedua Menlu juga sepakat untuk mendorong agar perundingan Indonesia-EFTA Comprehensive Economic Partnership (CEPA) dapat diselesaikan pada akhir tahun 2017. Selain itu, Pemerintah Norwegia menyampaikan komitmennya untuk mendukung South-South Centre di Jakarta guna mengembangkan kerjasama diantara negara berkembang.

Menlu Retno mengatakan, kerjasama dua negara di bidang perubahan iklim/kehutanan diperkuat dengan adanya kerjasama dalam konteks REDD+ (Reduction of Emission from Deforestation and Forest Degradation).

Pada tahun 2016 pemerintah Norwegia telah menyampaikan dukungan dan kontribusi untuk pemulihan lahan gambut Indonesia serta implementasi fase ke-2 kerja sama REDD+ RI-Norwegia, dengan total nilai hibah sebesar USD 1 milyar.

Di bidang kerja sama kelautan, Indonesia menyampaikan apresiasi atas dukungan Norwegia terhadap upaya Indonesia untuk memerangi IUU Fishing serta upaya untuk memasukannya sebagai bentuk transnational organized crime. Kedua negara juga sedang membahas upaya memasukkan coastal marine ecosystem dalam kerjasama REDD+.

“Pada pertemuan juga telah saya sampaikan undangan resmi Pemerintah RI kepada Pemerintah Norwegia untuk menghadiri Ocean Conference 2018 di Indonesia,” tutur Menlu Retno.

Ditambahkan, Indonesia akan menjadi tuan rumah Ocean Conference 2018 yaitu sebuah forum yang memfokuskan kerja sama di bidang kelautan, khususnya penanggulangan polusi laut, perubahan cuaca, perlindungan wilayah laut serta perikanan.

“Saya juga telah sampaikan agar kerja sama kedua negara di bidang kelautan ini dapat  dipertegas lagi dalam satu kesepakatan bilateral sebagai kerangka kerja sama seperti manajemen perikanan, aquaculture dan marine environment protection,” jelasnya lebih lanjut.

Mengenai kerja sama energi dan energi terbarukan, kedua negara menyambut baik hasil Pertemuan Bilateral ke-8 pada Energy Consultation Forum kedua negara. Indonesia menghargai dukungan Norwegia untuk upaya peningkatan produksi minyak dan gas Indonesia melalui teknologi Increased Oil Recovery.

Kedua Menlu juga sepakat untuk melanjutkan forum dialog khusus di bidang Hak Asasi Manusia, yang telah diselenggarakan sebanyak 12 kali sejak tahun 2002. Ke depan, dialog ini akan dilakukan dua tahun sekali namun penyelenggaraannya akan dilakukan back-to back dengan Pertemuan SKB.

Selain itu, kedua Menlu juga membahas sejumlah isu regional dan global, termasuk situasi di Timur Tengah, perkembangan di Eropa dan situasi di Asia Tenggara.

Norwegia sangat menghargai peran yang dimainkan oleh Indonesia dalam menjembatani perbedaan dan menciptakan perdamaian dan stabilitas di kawasan dan dunia.

Norwegia merupakan salah satu mitra penting Indonesia di wilayah Skandinavia. Hubungan ekonomi terus menguat dengan nilai perdagangan meningkat 40% mencapai US$ 410,15 juta di tahun 2016.  Nilai investasi Norwegia (FDI) meningkat dari US$ 1,8 juta (2015) menjadi US$ 15,7 juta (2016), sementara investasi dana minyak Norwegia ke Indonesia mencapai USD 2,8 milyar.

Selain Sidang Komisi Bersama, Dialog Hak Asasi Manusia, kedua negara juga memiliki Forum Energi yang telah dilaksanakan delapan kali.

(TK) | Sumber: Kementerian Luar Negeri

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here