Home Nasional Isi Ramadan, Museum KAA Gelar Diskusi Etiket dan Keprotokolan

Isi Ramadan, Museum KAA Gelar Diskusi Etiket dan Keprotokolan

0
SHARE
Para mahasiswa yang tergabung dalam Korps Protokoler Mahasiswa (KPM) dari berbagai Kampus di Jawa Barat berdiskusi secara interaktif bersama narasumber Kementerian Luar Negeri. | Foto: Dokumentasi Museum KAA

BANDUNG –  Sebanyak 80 mahasiswa dari berbagai kampus di Jawa Barat seperti Universitas Padjadjaran, UIN Sunan Gunung Djati, dan Universitas Kuningan berkumpul di Museum KAA pada Sabtu sore (10/6/2017), untuk mengisi hari ke-15 Ramadan tahun ini dengan kegiatan positif berupa diskusi seputar etiket dan keprotokolan.

Berpuasa sama sekali tidak menyurutkan semangat mereka untuk datang dan mengikuti kegiatan Ramadan yang secara tahunan dilaksanakan oleh Museum yang terletak di jalan Asia Afrika tersebut.

Pada pembukaannya, Kepala Museum KAA menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu perwujudan dari komitmen Museum KAA untuk melakukan community outreach melalui kegiatan-kegiatan yang konstruktif dan sejalan dengan nilai-nilai Dasa Sila Bandung.

Namun berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kegiatan Ramadan Museum kali ini lebih difokuskan kepada pembangunan kapasitas bagi komunitas.

Ibu Sayu Oka Widani, narasumber dari Direktorat Protokol Kementerian Luar Negeri merasa kagum melihat banyaknya kampus di Jawa Barat yang memiliki korps protokol sendiri. Narasumber menggarisbawahi pentingnya unsur etika dan kedisplinan bagi para petugas protokol termasuk protokoler mahasiswa.

Selain etika dan kedisiplinan, disampaikan juga pentingnya pemahaman akan budaya dan tradisi setempat, kerja sama, serta koordinasi yang baik antara semua pihak yang terlibat dalam melaksanakan tugas keprotokolan.

Para peserta juga menerima penjelasan tentang praktik protokol kenegaraan melalui contoh kasus berupa kunjungan-kunjungan kepala negara yang kebetulan ditangani secara langsung oleh Narasumber yang merupakan seorang diplomat madya tersebut.

Para peserta sangat antusias dalam berdiskusi dan melempar pertanyaan hingga akhirnya sesi interakitf diakhiri beberapa saat sebelum adzan Maghrib berkumandang dan seluruh peserta beserta pihak Museum berbuka puasa bersama.

(TK) | Sumber: Kementerian Luar Negeri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here