Home Nasional Istri Andi Narogong dan Raden Gede Kembali Dicegah Pergi ke Luar Negeri

Istri Andi Narogong dan Raden Gede Kembali Dicegah Pergi ke Luar Negeri

0
SHARE
Istri Andi Narogong, Inayah. | Foto: istimewa

JAKARTA – Dua saksi kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP Inayah dan Raden Gede kembali dicegah berpergian ke luar negeri. Pencegahan oleh Direktorat Jendral Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM itu dilakukan atas permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sebelumnya, Inayah yang merupakan istri Andi Agustinus alias Andi Narogong dan Raden Gede dicegah bepergian ke luar negeri selama enam bulan sejak April 2017 terkait penyidikan kasus dugaan korupsi e-KTP dengan tersangka Andi Narogong. Kini, keduanya dicegah terkait proses penyidikan tersangka mantan Dirut PT Quadra Solution, Anang Sugiana Sudihardjo.

Inayah dan Raden Gede dicegah bepergian ke luar negeri selama enam bulan terhitung sejak 4 Oktober 2017. Keduanya dicegah untuk enam bulan kedepan hingga April 2018.

“Dalam proses penyidikan kasus KTP Elektronik dengan tersangka ASS (Anang Sugiana Sudihardjo), KPK mengirimkan surat kepada Imigrasi tentang pencegahan ke luar negeri terhadap Inayah dan Raden Gede. Terhitung sejak 4 Oktober 2017 untuk enam bulan ke depan,” kata Febri Diansyah di kantor KPK, Jakarta, Kamis (12/10/2017).

Pencegahan tersebut dilakukan berdasarkan Pasal 12 ayat (1) huruf b UU nomor 30 tahun 2002 tentang KPK. Pencegahan itu dilakukan agar saat keterangan dibutuhkan penyidik, keduanya tidak berada di luar negeri.

“Penyidik membutuhkan keterangan para saksi tersebut dalam penyidikan ini dan jika dibutuhkan yang bersangkutan tidak sedang berada di luar negeri,” tutur Febri.

Anang ditetapkan sebagai tersnagka lantaran diduga telah menguntungkan korporasi, diri sendiri, dan orang lain. Bersama-sama sejumlah pihak. Anang diduga telah merugikan uang negara Rp 2,3 triliun.

Selain itu, Anang juga diduga berperan menyerahkan uang kepada Ketua DPR Setya Novanto dan anggota dewan lainnya. Penetapan Anang sebagai tersangka ini berdasarkan sejumlah bukti dan fakta yang muncul di persidangan mantan dua pejabat Kementerian Dalam Negeri Irman dan Sugiharto serta pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Berdasarkan kesaksian Sugiharto selaku mantan pejabat di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri, Anang diminta menyiapkan uang sebesar US$500 ribu dan Rp 1 miliar untuk diserahan kepada politikus Partai Hanura Miryam S Haryani. Atas perbuatannya Anang disangkakan melanggar Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 Undang-undang Tipikor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. (AP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here