Home Nasional Italia: Pancasila Jadi Contoh Proses Integrasi Berbangsa

Italia: Pancasila Jadi Contoh Proses Integrasi Berbangsa

0
SHARE
Ilustrasi Pancasila | Foto: Antara

JAKARTA – Pemerintah Italia menyebut nilai-nilai Pancasila yang mendasari kehidupan berbangsa dna bernegara di Indonesia dapat menjadi contoh proses integrasi berbangsa di Italia. Untuk itu, Italia mengajak Indonesia berbagi best practices melalui Dialog Lintas Keyakinan “Interfaith Dialogue”.

Counsellor Fungsi Penerangan KBRI Roma, Charles F. Hutapea mengatakan hal itu terungkap dalam dialog bertema “Pluralism and Integration in Indonesia and Italian Societies: Perspective Opportunities, Challenges” di Kementerian Luar Negeri Italia, Roma.

Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik (IDP) Kementerian Luar Negeri RI, Cecep Herawan, sebagai key note speech mengatakan Indonesia dan Italia memiliki pemahaman yang sama atas pentingnya mempromosikan dialog lintas keyakinan, utamanya di tengah meningkatnya intensitas isu terorisme, ekstremisme dan radikalisme.

Ia mengatakan, Indonesia berkomitmen mempromosikan dialog lintas keyakinan dengan mengedepankan pendekatan sosial budaya melalui pemberdayaan para pemangku kepentingan, khususnya pemuka agama, tokoh nasional, akademisi, serta generasi muda.

Sementara itu Profesor Azyumardi Azra dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, salah satu pembicara dari Indonesia, mengatakan kelima sila Pancasila menegaskan politics of recognition atau prinsip penerimaan terhadap siapapun yang menjadi bagian bangsa.

Pernyataan Azyumardi diamini Presiden Comunita Religiosa Islamica Italia (COREIS), Imam Yahya Pallavicini, yang menyebutkan semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” sangat relevan dalam proses integrasi masyarakat Italia. Selain itu, kebijakan Pemerintah Indonesia yang mengedepankan keterlibatan kaum muda dapat menjadikan proses tersebut berjalan lebih efektif dalam jangka panjangnya.

Isu integrasi sedang menjadi topik utama di Italia. Dengan angka penerimaan pengungsi dan pencari suaka tertinggi di Uni Eropa, Pemerintah Italia memandang penting adanya proses asimilasi sosial budaya antara kaum migran dengan penduduk setempat.

Direktur Indonesian Consortium for Religious Studies Universitas Gadjah Mada, Dr. Siti Syamsiyatun, mengatakan keberhasilan harmonisasi masyarakat tersebut sangat ditunjang oleh kearifan beradaptasi dengan nilai-nilai setempat. Dimana bumi dipijak, disitulah langit dijunjung.

Diskusi yang diikuti lebih dari 50 peserta, yang terdiri akademisi, pejabat kementerian, serta aktivis HAM dan integrasi sosial budaya Italia, juga hadir Duta Besar RI untuk Italia, Esti Andayani, dan Duta Besar RI untuk Tahta Suci Vatikan, Agus Sriyono.

Selain tokoh dialog lintas keyakinan, panel diskusi diisi Alberto Quattrucci dari Komunitas Sant Egidio Italia serta Marta Matscher dari Divisi Kebijakan Penanganan Migran dan Pencari Suaka Kementerian Dalam Negeri Italia.

Mengawali Dialog Lintas Keyakinan, Dirjen Cecep Herawan didampingi Dubes Esti Andayani, mengadakan pertemuan dengan Direktur Jenderal Isu-isu Global Kementerian Luar Negeri Italia, Massimo Gaiani. Kedua pihak sepakat menuangkan kerja sama lintas keyakinan RI-Italia dalam kegiatan konkret, antara lain melalui pertukaran akademisi, pemuda serta tokoh agama kedua negara disamping intensifikasi kerja sama global lainnya. (ENA)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here