Home Ekonomi Jokowi: Penetapan Harga Jual Jagung Berdampak Positif

Jokowi: Penetapan Harga Jual Jagung Berdampak Positif

0
SHARE
Presiden Joko Widodo | Foto: Antara

JAKARTA – Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah telah menetapkan harga jual jagung di tingkat petani minimal Rp2.700 per kilogram (kg). Kebijakan tersebut berdampak positif untuk harga jual jagung petani.

Hal itu dikatakan Jokowi saat berdialog dengan seorang petani jagung bernama Basuki saat kunjungan kerja di Madiun, Jawa Timur. Dialog itu berlangsung dalam acara penyerahan Surat Izin Pengelolaan Hutan Perhutanan Sosial untuk Pemerataan Ekonomi di Desa Dungus, Madiun, Jawa Timur, Senin (6/11/2017).

Bahkan, menurut Jokowi, setelah pemerintah menyetop impor jagung, petani bisa menikmati kenaikan harga jual. “Kemudian impor jagung disetop. Sudah langsung harga naik,” kata Jokowi disambut tepuk tangan.

Jokowi menambahkan, saat menjadi Presiden pada 2014 lalu, impor jagung sudah sebanyak 3,6 juta ton. Karena impor itulah, harga jagung di petani murah. “Sampai saat ini nggak ada impor. Sudah bisa disuplai produksi di dalam negeri oleh para petani,” ujar Jokowi.

Ia juga menuturkan, sempat dimarahi petani jagung saat berkunjung ke Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) 2015 lalu. Petani di sana marah karena harga jual jagung murah. “Banyak yang marah-marah karena jagung (harganya) Rp1.500-Rp1.600,” kata Jokowi.

Karena itulah dia mengeluarkan kebijakan harga jual jagung minimal Rp Rp 2.700/kg tersebut. Meski begitu, lanjut Jokowi, harga jual untuk jagung tetap harus dijaga. Kalau terlalu tinggi bisa berpengaruh pada kebutuhan pakan ternak, karena jagung menjadi bahan baku utamanya. (ENA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here