Home Nasional Jokowi Tegaskan Bahwa e-Toll Untuk Percepat Pelayanan

Jokowi Tegaskan Bahwa e-Toll Untuk Percepat Pelayanan

0
SHARE
Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo mencoba layanan e-Toll, Rabu (4/10) | Foto: Istimewa
Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo mencoba layanan e-Toll, Rabu (4/10) | Foto: Istimewa

PROBOLINGGO – Presiden Joko Widodo kembali menegaskan bahwa untuk mempercepat pelayanan bagi pengguna jalan tol harus dengan uang elektronik (e-Toll).

Hal tersebut disampaikan Jokowi kepada awak media usai acara peninjauan program perhutanan sosial untuk pemerataan ekonomi di Desa Brani Wetan, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Kamis.

“Kan sudah bolak balik saya sampaikan e-Toll ini untuk memperbaiki pelayanan kita, untuk mempercepat pelayanan, sehingga tidak ada yang namanya macet di depan gerbang. Itu ngga ada,” ujar Jokowi.

Jokowi menyatakan bahwa negara lain sudah menerapkan pelayanan pembayaran tol non tunai tersebut. Terkait masih adanya penolakan, Presiden mengaku masih dalam masa transisi.

“Semua negara juga melakukan hal yang sama. Kita kan maunya maju, bukan mundur. Tidak bisa langsung berubah, tapi bahwa kedepan harus karena ini untuk pelayanan. Untuk kecepatan,” tegasnya.

Sebelumnya Presiden saat meresmikan tol di Sumatera Utara telah menegaskan penggunakan e-Toll di setiap ruas jalan tol bertujuan untuk memperbaiki pelayanan.

Seperti diketahui per 31 Oktober 2017, tidak ada lagi transaksi tunai di gerbang tol, melainkan menggunakan uang elektronik atau e-Toll.

“E-toll apa sih? Kita kan ingin memperbaiki pelayanan, ingin memperlancar di pintu-pintu tol itu supaya cepat, dan ikuti zamanlah. Negara lain semuanya sudah pakai masa kita masih cash?” ungkap Jokowi.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martoā€ˇwardojo membeberkan tujuan akhir penerapan transaksi nontunai di jalan tol (elektronifikasi).

Agus menuturkan, masyarakat harus sadar jika tujuan akhir penerapan kebijakan transaksi nontunai pada jalan tol demi memperlancar arus lalu lintas. Sebab, dengan sistem ini, kendaraan tidak lagi berhenti pada gerbang tol untuk melakukan pembayaran.

Menurut Agus, konsep tersebut akan terus dilakukan secara bertahap. Targetnya pada akhir 2018, seluruh kendaraan yang melalui jalan tol sudah melakukan transaksi dengan sistem elektronik. Dengan begitu, perjalanan bisa lebih efisien.

“Tujuan akhir adalah bertahap kita masuk ke multi free flow, yaitu jalan tol di mana saat kita masuk ke tol tidak perlu mengurangi kecepatan mobil tidak perlu berhenti,” kata Agus. (MA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here