
AMBON-Calon Presiden nomor urut satu Anies Baswedan melihat bahwa banyak sekali subsidi BBM yang tidak tepat sasaran. Hal itu diungkapkan olehnya dalam acara Desak Anies di Pantai Beby, Maluku Tengah, Ambon, Senin 15 Januari 2024.
“Ini juga dialami di banyak tempat yang kawasan kepulauan. Tentu Maluku mengalaminya. Saya lihat datanya, menurut Ibu Sri Mulyani Menteri Keuangan, solar itu 89% dinikmati dunia usaha subsidinya, hanya 11% nikmati oleh keluarga, dan dari 11% yang dinikmati di keluarga itu ternyata 95% dinikmati oleh keluarga yang sudah mampu, hanya 5% keluarga yang tidak mampu,” ujar Anies, Senin 15 Januari 2024.
Anies mengungkapkan, petani dan nelayan hanya menikmati 5% dari subsidi solar. Sama dengan pertalite, dari pengguna 86% kalangan keluarga, hanya 20% yang keluarga prasejahtera.
“Ini kondisi yang harus kita ubah agar subsidi itu diterima oleh mereka yang membutuhkan. Bukan subsidi diterima oleh mereka yang sudah berkemampuan. Ini potret kenyataannya,” ujar Anies.
Gubernur DKI Jakarta 2017-2022 ini mengungkapkan, segala yang sifatnya di bawah harga pasar, hampir pasti jadi langka. “Apa saja di bawah harga pasar pasti akan langka, karena itu, ini harus kita koreksi. Faktor pengendalinya itu jangan diserahkan pada mekanisme kuota. Kita harus siapkan sistem yang baru, sehingga itu menjadi tepat sasaran,” jelas Anies.
Menurut Anies, harus ada kejelasan nanti siapa yang bisa mendapatkan solar subsidi, siapa yang bisa mendapatkan pertalite subsidi, sehingga subsidi tepat sasaran.
“Jangan sampai yang membutuhkan petani, nelayan, keluarga prasejahtera justru gagal mendapatkan yang subsidi, karena tidak disiapkan sistemnya. Kita akan siap dengan sistemnya untuk bisa menjangkau mereka yang membutuhkan,” pungkas Anies. (*)
Info Detak.co | Selasa, 28 Juli 2026 
