Home Regional Kecelakaan Maut di Tanjakan Emen, Polisi: Rem Bus Diduga Blong

Kecelakaan Maut di Tanjakan Emen, Polisi: Rem Bus Diduga Blong

0
SHARE
Sebanyak 27 orang tewas dalam kecelakaan maut di Tanjakan Emen, Subang, Sabtu (10/2/2018) pukul 17.00 WIB. | Foto: istimewa

SUBANG – Polisi menduga kecelakaan maut di Tanjakan Emen, Subang, akibat bus rem blong. Turunan panjang yang ada di sepanjang jalan raya Subang tersebut menjadi faktor penyebab sistem pengereman bermasalah.

Polisi olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mencari tahu penyebab kecelakaan bus menabrak satu motor lalu menghantam tebing dan terguling hingga menewaskan 27 orang.

Kasubdit Gakkum Korlantas Polri Kombes Joko Rudi mengatakan, berdasarkan analisis secara kasat mata yang dilakukannya, tampak ada beberapa titik memperlihatkan bus yang datang dari arah Bandung ke Subang itu mencoba menghentikan kendaraan sebelum akhirnya terguling.

“Tadi terlihat ada beberapa titik bekas pengeraman di jalan sebelum akhirnya terguling. Artinya bus sempat mencoba untuk memperlambat laju kecepatannya,” ujar Joko.

Jejak ban itu terlihat tepat di depan warung-warung yang jaraknya dari titik utama kejadian sekitar 500 meter. Jejak ban itu memiliki lebar sekitar 20 cm dengan panjang 40 cm dan ditandai dengan garis putih. Hanya saja, jejak-jejak ban berwarna hitam itu terlihat tipis.

Joko menjelaskan, lokasi kecelakaan ini merupakan titik terakhir jalan menurun dari Tanjakan Emen dari arah Bandung menuju Subang.

Sehingga, sambung dia, diprediksi sistem pengereman bus mengalami gangguan lantaran sepanjang Tanjakan Emen yang mencapai 2,4 kilometer itu terus digunakan.

“Karena ini turunan terakhir mungkin (rem) panas dan memuai hingga tidak berfungsi. Karena ini kan cukup panjang turunannya, jadi rem terus dipakai,” tuturnya.

Kendati demikian, kata Joko, analisis tersebut masih bersifat sementara. Pihaknya harus membuktikannya melalui olah TKP serta keterangan dari para korban selamat dan saksi mata. Kemudian, alat bukti ini direkomendasikan ke pengadilan.

“Kami pastikan bus ini tidak overload. Karena penumpang ada 53 orang, sedangkan kapasitas 54 orang. Tapi lebih lanjutnya kita tunggu hasil olah TKP dan keterangan para saksi,” ucap Joko. (EP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here