Home Politik Kemendagri Minta Pemilu Serentak 2019 Jangan Gunakan Sentimen Agama

Kemendagri Minta Pemilu Serentak 2019 Jangan Gunakan Sentimen Agama

0
SHARE
Direktur Politik Dalam Negeri Kemendagri Bahtiar (dua dari kanan) saat menghadiri Forum Komunikasi Sosial Politik dalam rangka Menciptakan Stabilitas Politik Dalam Negeri, di Raja Ampat, Papua Barat, Jumat (10/11). Foto: Istimewa

RAJA AMPAT – Pemerintah menginginkan stabilitas politik dalam negeri terjaga sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi.

Direktur Politik Dalam Negeri, Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum, Kemendagri, Bahtiar mengatakan, pemerintah juga terus berupaya agar menjaga terpeliharanya kebhinekaan, serta terwujudnya partisipasi masyarakat di berbagai bidang dalam menyikapi dinamika politik di dalam negeri saat ini.

“Menciptakan stabilitas politik dalam negeri dapat ditempuh dengan melakukan deteksi dini, yakni pemetaan potensi instabilitas yang memengaruhi dinamika politik lokal dan pemanfaatan modal sosial dengan cara mempererat komunikasi bersama tokoh masyarakat, tokoh partai politik, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda, dan media,” ujar Dr. Drs. Bahtiar, M.Si saat bicara di Forum Komunikasi Sosial Politik dalam rangka Menciptakan Stabilitas Politik Dalam Negeri, di Raja Ampat, Papua Barat, Jumat (10/11).

Dijelaskan, forum ini bukan hanya bertujuan sebagai transformasi informasi dan sosialisasi terkait agenda politik Pemilu serentak Tahun 2019.

Tetapi juga sebagai upaya membangun komitmen dari seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Raja Ampat dalam menjaga stabilitas politik dalam negeri.

“Yakni dengan langkah – langkah konkret mulai dari memahami regulasi kepemiluan, memberikan pengetahuan dan pemahaman politik, mendukung suksesnya penyelenggaraan, dan memberikan kontribusi positif dalam menjaga stabilitas ketertiban dan keamanan menjelang Pemilu Serentak 2019 yang terbebas dari muatan SARA dan sentimen agama sehingga Pemilu Serentak ke depan bisa berjalan sukses tanpa ekses negatif,” ucap Bahtiar, birokrat bergelar doktor ilmu pemerintahan itu.

Selain Bahtiar, hadir juga sejumlah pembicara, antara lain Drs. Syaiful M Sangadji, M.Ec.Dev (Kepala Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik, Kabupaten Raja Ampat) dan Dr. Aang Witarsa Rofik, M.Si (Kasi Monitoring dan Evaluasi, Direktorat Politik Dalam Negeri). (NG)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here