Home Parlemen Kenaikan Biaya Surat Kendaraan Diyakini Tak Dianggap Negatif

Kenaikan Biaya Surat Kendaraan Diyakini Tak Dianggap Negatif

0
SHARE
tarif pengurusan dokumen kendaraan bermotor baru | ist

JAKARTA – Kenaikan biaya pengurusan dokumen-dokumen kendaraan bermotor diyakini takkan negatif, bila diiringi peningkatan layanan kepada masyarakat.

Apalagi, sambung Anggota Komisi III DPR, Taufiqulhadi, turut melibatkan Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli), agar kegiatan pengurusan surat-surat tersebut bebas pungli.

Disisi lain, politikus NasDem ini meminta, agar petugas lebih masif dalam menyosialisasikan kebijakan anyar tersebut.

“Itu sosialisasinya tak lama. Hanya pemberitahuan saja sudah cukup langsung efektif,” ujarnya saat dihubungi di Jakarta.

Diketahui, keputusan menaikkan tarif pengurusan dokumen bermotor diberlakukan setelah Peraturan Pemerintah (PP) No. 60/2016 tentang Jenis dan Tarif atau Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang Berlaku pada Kepolisian Negara Republik Indonesia terbit.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menerangkan, kenaikan tarif untuk memaksimalkan pelayanan pengurusan surat kendaraan.

Adapun penambahan tarif tersebut berlaku untuk pengesahan STNK, penerbitan nomor registrasi kendaraan bermotor pilihan, dan surat izin serta STNK lintas batas negara dengan besaran 2-3 kali lipat.

Penerbitan STNK roda dua maupun roda tiga contohnya. Jika pada aturan lama hanya Rp50 ribu, kini menjadi Rp100 ribu. (FH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here