Home Nasional Kepala UKP PIP: Presiden Jokowi Tak Mau Memperalat Pancasila

Kepala UKP PIP: Presiden Jokowi Tak Mau Memperalat Pancasila

0
SHARE
 Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP), Yudi Latief | Foto: istimewa

JAKARTA – Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP), Yudi Latief memuji Presiden Jokowi yang ingin menjadikan UKP Pancasila menjadi setingkat kementerian menjadi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Menurut Yudi Latief, dengan peningkatan status itu, Presiden Jokowi dianggap tidak memperalat Pancasila hanya untuk masa pemerintahannya saja.

“Presiden Jokowi punya pandangan jauh ke depan. Tidak mau memperalat Pencasila hanya sekadar untuk memadamkan kebakaran sosial jangka pendek selama masa pemerintahannya,” kata Yudi saat dikonfirmasi, Kamis (11/1/2018).

Yudi menilai peningkatan status UKP PIP menjadi setingkat kementerian punya semangat agar Pancasila tidak dikesankan hanya kepentingan sesaat suatu rezim.

“Pancasila harus menjadi kepedulian setiap rezim. Siapapun presidennya, pegangan ideologi negaranya tetap Pancasila,” ujarnya.

Yudi menjelaskan, perubahan status itu nantinya akan dilakukan melalui Peraturan Presiden yang baru. Salah satu yang diatur adalah masa kerja badan ini akan berlangsung lima tahun.

Sehingga, siapapun presiden yang terpilih pada Pilpres 2019 nanti, badan ini akan terus berjalan sampai ada Perpres baru yang mencabutnya setelah masa lima tahun.

Kemudian, Perpres yang membuat UKP PIP menjadi setingkat kementerian adalah terkait fungsi badan. Nantinya, kata Yudi, BPIP tidak hanya terbatas pada koordinasi dan sinkronisasi antar kementerian/lembaga dalam pensosialisasian Pancasila, tapi juga diperluas kewenangannya dengan sosialisasi Pancasila ke masyarakat.

Sementara signifikansi ketiga, adalah saol kewenangan program. Yudi mengakui, bahwa saat ini UKP PIP tidak memiliki kewenangan melaksanakan program. Dengan Perpres baru, nantinya BPIP akan diberi kewenangan mengeksekusi program-program strategis sebagai percontohan.

“Hal-hal menyangkut perubahan struktur, kelembagaan, dan anggaran, saya juga belum tahu, karena tidak ikut rapat,” kata Yudi. (TK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here