Home Nasional Ketum PPP: NKRI Bisa Letakkan Hukum Islam, Kenapa Diubah Jadi Khilafah?

Ketum PPP: NKRI Bisa Letakkan Hukum Islam, Kenapa Diubah Jadi Khilafah?

0
SHARE
Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy | Foto: Istimewa
Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy | Foto: Istimewa

JAKARTA – Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy menyatakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) telah mengakui hukum Islam sebagai hukum positif. Untuk itu, Romahurmuziy yang kerap disapa Romi ini mengaku heran dengan kelompok yang ingin mengubah NKRI jadi negara khilafah.

“Apa yang buat NKRI harus diubah menjadi negara khilafah,” kata Romi dalam acara Seminar Pencegahan Radikalisme Berbasis Agama yang dihadiri ribuan guru madrasah, di Semarang, Sabtu (12/8).

Romi, menyatakan hukum Islam telah diakui sebagai hukum positif antara lain terimplementasi dalam UU Pernikahan, UU Perbankan Syariah, UU Haji, UU Pornografi dan Pornoaksi, UU Zakat dan lain sebagainya.

Peletakkan hukum Islam, ujarnya melanjutkan, sebagai hukum positif di Indonesia telah dilakukan bertahap sesuai dengan kedewasaan masyarakat dalam menerima hukum Islam sebagai hukum normatif dan positif di Indonesia.

“Kita belum wajibkan jilbab karena bukan negara agama. Tapi juga tidak dihalangi berjilbab dengan memakai cadar, atau jilbab gaul, jilbab panjang, ‘monggo’,” tuturnya.

Romi menambahkan, untuk Aceh memang diistimewakan karena asal usulnya waktu itu Aceh ingin memisahkan diri sehingga kini diperbolehkan menggunakan hukum Islam di sana. (ENA)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here