Home Megapolitan Kronologi Seorang Ibu Bunuh Anaknya dengan Menyemprot Obat Nyamuk

Kronologi Seorang Ibu Bunuh Anaknya dengan Menyemprot Obat Nyamuk

0
SHARE
Barang bukti kasus seorang ibu bernama Novi Wanti (30) tega membunuh anaknya berinisial GW yang masih berusia lima tahun di kediamannya, Jalan Asem Raya, Nomor 1 RT 06/RW 08, Duri Kepa, Kebun Jeruk, Jakarta Barat. | Foto: istimewa

JAKARTA – Seorang ibu bernama Novi Wanti (30) tega membunuh anaknya berinisial GW yang masih berusia lima tahun di kediamannya, Jalan Asem Raya, Nomor 1 RT 06/RW 08, Duri Kepa, Kebun Jeruk, Jakarta Barat. Polisi pun langsung menetapkan NW sebagai tersangka.

Berdasarkan pemeriksaan awal, Novi mengaku menyemprotkan obat nyamuk ke wajah anaknya yang sedang menangis. Ia mengatakan dirinya kesal lantaran sang anak kerap mengompol.

“Pelaku ini menggunakan ini obat serangga untuk mendiamkan anaknya nangis. Sehingga disemprot supaya dia diam. Padahal kita tahu sama-sama ini kan racun,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Edi Sitepu saat dikonfirmasi, Minggu (12/11/17).

Edi menjelaskan, penyiksaan yang dilakukan pada Sabtu (11/11), merupakan puncak kekesalan. Saat itu, korban yang mengompol dipukul, diikat dengan tali rapia, dan disemprot dengan obat nyamuk.

Pelaku melihat korban mengompol saat tidur. Pelaku marah dan memukul kemaluan korban dan kedua tangannya, serta menggigit telinga korban.

“Korban dalam posisi tidur terlentang. Kemudian tersangka menggigit telinga bagian kanan korban. Pelaku yang terbangun kembali tidur,” kata Edi.

Namun, melihat anaknya tak tidur kembali, Novi memarahinya dan menampar pipi kiri sang anak. Novi memindahkan GW ke lantai, dan memintanya untuk tidur lagi.

Mengetahui GW tak tidur lagi, Novi semakin murka. Sesaat setelah menyemprotkan obat nyamuk ke wajah anaknya, Novi langsung mengikat kedua tangan anaknya ke belakang menggunakan tali rafia.

“Dari keterangan tersangka bahwa korban ini sering ngompol. Sehingga pelaku kesal lalu melakukan tindakan ya mungkin hukuman, ya tapi berakibat fatal,” ujarnya.

Setelah itu, Novi pergi keluar rumah. Sore sekitar pukul 17.30 WIB dia kembali pulang, dan melihat anaknya sudah lemas.

“Pelaku sempat menangis dan meminta maaf kepada anaknya. Setelah itu, dia memesan gojek dan dibawa ke Rumah Sakit Grha Kedoya,” ujar Edi.

Namun, setelah tiba di rumah sakit, korban sudah tidak bernyawa. “Keterangan dokter, sampai di RS sudah meninggal,” kata Edi.

Berdasarkan hasil autopsi, terdapat luka lebam di tangan kanan dan kiri serta ada kebiruaan di muka korban. Kepolisian masih menunggu keterangan dari dokter mengenai penyebab kematian korban, apakah karena semprotan obat nyamuk atau plastik yang ditutup di wajahnya.

“Nanti mungkin ada rekam medisnya bahwa apakah ini (obat serangga) juga penyebab dari kematian atau plastik yang ditutup di atas kepala. Jadi mukanya ditutup pakai plastik,” jelasnya. (EP)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here