Home Nasional Lemhanas Akui Pemilihan Langsung Tingkatkan Kredibilitas Wakil Rakyat

Lemhanas Akui Pemilihan Langsung Tingkatkan Kredibilitas Wakil Rakyat

0
SHARE
Gubernur Lemhanas Agus Widjojo | Foto: Antara/Puspa Perwitasari

JAKARTA – Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional, Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo mengakui sistem pemilihan langsung di era reformasi meningkatkan kredibilitas wakil rakyat. Hal itu dikatakan Agus dalam kunjungan kerja dan tatap muka DPRD Maluku dengan puluhan peserta didik Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas) RI untuk mengikuti studi strategis dalam negeri (SSDN) PPSA XXI.

“Mereka betul-betul dipilih rakyat secara langsung dan mendapatkan hasil capaian pilihan terbanyak sehingga menambah kredibilitas pada pihak-pihak yang berhasil memenangkan pemilu kepala daerah atau legislatif dan mendapatkan suara terbanyak,” kata Agus di Ambon, Rabu (11/10).

Ia mengatakan, secara umum bisa dikatakan bahwa DPR, DPD, dan DPRD ini menjadi lembaga yang paling penting dan terkadang juga kontroversial. Mengapa demikian, karena di situlah tempat berkumpulnya partai politik yang memenuhi electoral threshold dan bisa mengirimkan perwakilannya di legislatif.

“Di sinilah muncul pertanyaan anggota dewan, sebetulnya loyalitas kesetiaan ini diberikan kepada siapa, apakah kepada rakyat yang memilih, kepada partai yang mencalonkan, ataukah kepada kepentingan umum atau nasional,” ujar mantan Kepala staf TNI ini.

Agus menambahkan, hal itu pada dasarnya jangan sampai membingungkan yang terhormat para anggota DPR, DPD, dan DPRD karena haruslah dipahami sistemnya. Apa sebetulnya peran partai politik, karena peran mereka adalah untuk menyerap aspirasi yang ada di dalam masyarakat dan menawarkan kepada konstituwen yang akan memilih di dalam pemilu atau pilkada barang jualannya, maksudnya adalah ideologi atau platform.

“Ideologi itu tidak berarti kapitalisme, komunisme, sosialisme, liberalisme. Bukan itu, ideologi itu berbagai kebijakan yang menganut keberpihakan secara konsisten,” tegas Gubernur Lemhanas.

Terkait dengan masalah ketahanan nasional, menurut Agus, respon suatu negara terhadap tantangan dan halangan atau pun ancaman dan banyak perubahan geopolitik terjadi yang bergerak secara dinamis dan tidak terpediksi dapat menimbukan kekagetan.

“Harusnya DPRD melalui anggotanya dapat memahami konsep demokrasi demi kepentingan rakyat dan negara dengan tetap meningkatkan fungsi kontrol dan sistem politik yang ada,” katanya. (ENA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here