Home Regional Menko Luhut Tinjau Pos Pengungsian Gunung Agung

Menko Luhut Tinjau Pos Pengungsian Gunung Agung

0
SHARE
Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan mengunjungi wilayah Karangasem untuk melihat situasi terakhir Gunung Agung dan mengunjungi penduduk terdampak di penampungan pengungsi, Minggu (24/9/17). | Foto: istimewa

KARANGASEM – Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan mengunjungi wilayah Karangasem untuk melihat situasi terakhir Gunung Agung dan mengunjungi penduduk terdampak di penampungan pengungsi.

“Saya datang untuk melihat situasi terakhir karena tanggal 11-13 Oktober ini, kami panitia IMF-World Bank meeting akan mengadakan rapat di Washington dan kami akan update mereka tentang situasi ini,” kata Luhut dalam keterangan resminya, Minggu (24/9/17).

Lebih lanjut Luhut mengatakan, pihaknya juga telah mempersiapkan lokasi cadangan pelaksanaan Annual Meeting IMF-World Bank 2018 jika situasi memburuk.

“Saya sudah berbicara dengan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia tentang hal ini. Rencana kontingensi itu harus ada. Kita tunggu sekitar dua minggu ke depan sambil berdoa semoga keadaan ini membaik,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Menko Luhut menyampaikan sumbangan sebesar Rp 900 juta rupiah dari panitia.

Luhut juga mengunjungi pengungsi yang menghuni tenda-tenda di Lapangan Karangagung. Disana, Luhut tampak berbincang dengan para pengungsi. Luhut juga berkunjung melihat keadaan dan menyapa pengungsi di GOR Sweca Pura di Kabupaten Klungkung.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, terdapat 49.485 warga yang menetap di enam desa di kawasan rawan bencana Gunung Agung.

Sejak diberlakukannya status awas pada tanggal 22 September 2017, pihak berwenang mengimbau wisatawan dan penduduk setempat agar tidak berkemah atau melakukan pendakian dalam radius sembilan kilometer dari kawah gunung Agung.

Dalam sebulan terakhir, Gunung Agung menunjukkan aktivitas kegempaannya yang terbesar setelah terakhir kali meletus tahun 1963 dan menewaskan 1.148 orang.

Luhut mengatakan, pihaknya mendapat berita bahwa situasi bisa beranjak membaik. “Tadi saya diberitahu oleh posko bahwa situasi sekarang agak membaik. Semoga akan semakin baik lagi,” ujarnya.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga mengatakan, letusan Gunung Agung pada 1963 berselang 120 tahun dari letusan sebelumnya.

Saat ini, PVMBG tidak dapat memprediksi perkiraan waktu letusan maupun penurunan aktivitas Gunung Agung

“Gunung tidak dapat dibandingkan dengan gunung berapi lain, seperti Sinabung di Sumatera Utara yang dalam lima tahun terakhir ini masuk level awas,” jelasnya. (TK)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here