Home Ekonomi Nilai Inventory 76 PLB atau ‘Gudang Raksasa’ Capai 910 Triliun

Nilai Inventory 76 PLB atau ‘Gudang Raksasa’ Capai 910 Triliun

0
SHARE
Pusat Logistik Berikat | Foto: Istimewa
Pusat Logistik Berikat | Foto: Istimewa

JAKARTA – Heru Pambudi, Dirjen Bea dan Cukai (DJBC) menyatakan hingga saat ini sudah ada 76 lokasi PLB yang mengeluarkan Bea Cukai. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan sudah meninjau lokasi PLB atau gudang logistik multi fungsi itu mulai tersebar di seluruh Indonesia.

“Mulai dari Lhokseumawe di barat, Sorong di timur, Balikpapan di utara dan wilayah Jawa dan Bali di selatan,” kata Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi di Jakarta, Kamis (2/11).

DJBC memastikan sebanyak 76 Pusat Logistik Berikat (PLB) telah beroperasi dengan nilai persediaan (inventory) yang disimpan mencapai Rp910 triliun. Heru menjelaskan sebanyak 76 PLB ini dimiliki oleh 43 perusahaan, yang bisa memiliki PLB di lokasi lainnya asalkan telah memenuhi berbagai persyaratan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

“Pemerintah fokus untuk membentuk logistic center di beberapa daerah yang tujuannya untuk mempermudah suplai bahan baku dan penolong. Maka pemerintah mendorong daerah mengeluarkan atau membentuk pusat logistik ini,” ungkap Heru.

Ia memastikan jumlah PLB akan bertambah karena otoritas bea cukai sedang menyiapkan pengembangan pusat logistik yang akan menjadi penghubung (hub) wilayah dengan memanfaatkan jalur transportasi udara.

Salah satunya di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali yang akan menjadi hub untuk mendorong optimalisasi usaha sektor bandara dan agar mampu bersaing dengan Changi di Singapura.

“Denpasar sebagai hub udara karena kalau diperhatikan ada 104 reguler international flight dan kebanyakan flight itu angkut wisatawan maka bagasi atau lambung pesawat kosong. Banyak ruang yang bisa dimanfaatkan,” tutupnya. (MA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here