Home Opini Pemerintah Persiapkan Secara Matang Jalur Mudik Lebaran 2017

Pemerintah Persiapkan Secara Matang Jalur Mudik Lebaran 2017

1
SHARE

Penulis: Endang Purwanti

Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah yang jatuh pada 25 Juni 2017 tinggal menghitung hari. Sejumlah persiapan untuk menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran yang sudah menjadi tradisi sebagian besar masyarakat Indonesia dilakukan sejak jauh hari.

Di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat khususnya Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) melakukan persiapan secara matang. Pembangunan jalan tol trans Jawa dan trans Sumatera dikebut agar bisa dioperasikan dan difungsionalkan pada arus mudik Lebaran tahun ini. Semua dilakukan untuk kenyamanan dan keselamatan pemudik di perjalanan hingga sampai ke tempat tujuan.

Agar perjalanan pemudik lancar disesuaikan dengan sarana infrastruktur dan petugas, BPJT memperhitungkan jadwal cuti Lebaran para pemudik. Jadwal ini memandu BPJT dan instansi terkait seperti kepolisian dan dinas perhubungan untuk mempersiapkan layanan secara paripurna.

Jadwal libur Lebaran diketahui sejak Senin (19/6) hingga Minggu (2/7) atau berjumlah sembilan hari. Untuk arus mudik, puncak mudik diperkirakan terjadi pada 23 Juni 2017. Sedangkan puncak arus balik, diprediksi berlangsung 2 Juli 2017.

Periode libur Lebaran yang berlaku tahun ini satu hari lebih sedikit dibandingkan dengan libur Lebaran 2016. Meski demikian, lalu lintas arus mudik dan balik Lebaran 2017 diprediksi sedikit lebih tinggi daripada Lebaran 2016. Hal itu dikarenakan penambahan jalur fungsional dari Brebes Timur sampai dengan Semarang.

Untuk mengantisipasi macet seiring meningkatnya volume kendaraan di waktu kritis puncak arus mudik dan arus balik, BPJT menyiapkan jumlah gardu tol yang akan dioperasikan. BPJT akan fokus dalam melayani pemudik di gerbang tol. Pasalnya, gerbang tol menjadi titik macet jika tidak ditangani secara cepat akan berdampak signifikan.

Secara spesifik, penanganan macet di gerbang tol diuraikan BPJT dengan sembilan langkah. Pertama, melakukan pengalihan arus lalu lintas ketika terjadi antrean panjang lebih dari 1 kilometer. Kedua, pengaturan buka atau tutup ramp. Ketiga, kanalisasi dan penertiban antrean kendaraan menjelang gerbang tol untuk mencegah crossing kendaraan dengan yang akan keluar off ramp.

Langkah keempat, penertiban parkir di bahu jalan. Kelima, koordinasi dengan kepolisian dan instansi terkait pengaturan lalu lintas. Keenam, optimalisasi gardu tol operasi di beberapa gerbang tol. Ketujuh, memfungsikan gardu tol reversible. Kedelapan, seluruh gardu dapat menerima pembayaran tunai maupun non tunai (hybrid). Kesembilan, penambahan personel pool toll, petugas jemput kendaraan, encoding kartu tanda masuk elektronik, dan petugas penjemput transaksi.

Sementara untuk mengantisipasi macet di tempat istirahat(TI) serta tempat istirahat dan pelayanan (TIP), BPJT melakukan lima hal, yaitu:
1. Penertiban kendaraan parkir di ramp TI/TIP.
2. Pengoperasian TI/TIP dengan opsi buka tutup TI dan TIP   jika kapasitas TI/TIP sudah   penuh. BPJT memetakan TI/TIP   sebagai berikut:
a. Tangerang-Merak: TI dan TIP (42A, 45B, 68A, dan 68B)
b. Jakarta-Tangerang: TI dan TIP (13B, 14A)
c. Jakarta-Cikampek: TI dan TIP (19A, 39A, 57A, 33A, 41A,  50A) dan (32B,42B. 62B, 52B, 71B).
d. Cikampek-Palimanan: TI dan TIP (86A, 101B, 102A, 130A,   166A) dan (86B, 101B, 130B, 164B).
e. Palimanan-Kanci:  TIP 208A dan TIP 208B
f. Kanci-Pejagan: TI 228A, 229B
g. Pejagan-Pemalang: 252A
h. Pubaleunyi: 72A, 88A, 147A, 88B, 97B, 125B
i. Jagorawi: 11A, 46A, 22B, 38B, 35A
3. Pengoperasian TI sementara (TIS):
a. Pejagan-Pemalang: TIS 296 dan TIS 320
b. Pemalang-Batang: TIS 341 dan TIS 367
c. Batang-Semarang: TIS 381, TIS 392, 402 dan TIS 411
4. Penyediaan parking bay (toilet, parkir, dan mushola)
a. Jakarta-Cikampek: (KM 18+600A, 41+000 A, 59+000 A, KM   33+ 000B, KM 58+000 B).
b. Cikampek-Palimanan: (Eks kantor Gerbang Cikopo A dan B   (KM 78+000A dan 78+000 B), KM 153+200A, dan KM 113+500B))
c. Palimanan-Kanci: (KM 191+450A)
d. Pejagan-Pemalang: (KM 282+500A, 290+300A)
5. Peningkatan pelayanan.
a. Penambahan jumlah toilet mobile
b. Mengoptimalkan ketersediaan dan kecukupan air bersih
c. Memastikan ketersediaan BBM di SPBU TIP
d. Penempatan tanki dispenser BBM dan BBM kemasan   Pertamina: KM 228 A, KM 252 A, KM 276 (kemasan), KM 299
e. Pengaturan pembuangan sampah
f. Penambahan tenaga security dan cleaning service.

BPJT juga meningkatkan sarana penunjang berupa kendaraan layanan (ambulan, derek dan rescue), penempatan VMS mobile, monitoring lalu lintas melalui CCTV dan mobile aplikasi JMCare sebagai informasi lalu lintas ke pengguna jalan tol.

Jalur Lebaran 2017

Faktor utama dalam layanan arus balik adalah penyediaan infrastruktur. Untuk arus mudik dan balik Lebaran 2017, BPJT memastikan Trans Jawa (Brebes Timur-Surabaya) dan Trans Sumatera sudah bisa dilintasi pemudik.

Perincian jalur mudik yang disiapkan BPJT adalah sebagai berikut:
1. Jalan Nasional non tol:
a. Melewati empat fly over yang akan digunakan saat mudik  Lebaran.
b. Pekerjaan jalan ini sudah pada H-10 Lebaran.
c. Kemenhub dan Polri sudah menyiapkan jalur-jalur  alternatif lainnya.
2. Rencana jalan tol fungsional Trans Jawa:
a. Trans Jawa sepanjang kurang lebih 397 kilometer yaitu   Brebes Timur sampai dengan Ngaliyan kurang lebih 145   kilometer dan Semarang sampai dengan Surabaya sepanjang   kurang lebih 252 kilometer. Fungsional sepanjang 165   kilometer dan operasional 88 kilometer.
b. Jalur tersebut sudah melewati empat titik macet di   Tegal, Batang, Pekalongan, dan Alas Roban.
3. Rencana jalan tol fungsional Trans Sumatera.
Trans Sumatera sepanjang kurang lebih 65 kilometer.
a. Bakauheni-Terbanggin Besar Paket segmen Lematang-  Kotabaru sepanjang 5,03 kilometer
b. Palembang-Indralaya seksi 1 Palembang-Pamulutan   sepanjang 7,75 kilometer
c. Medan Binjai seksi 2 Helvetia-Semayang (6,18 kilometer)  dan seksi 3 Semayang-Binjai (4,28 kilometer)
d. Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (Parbarakan-Sei Rampah)   sepanjang 41,65 kilometer.

Mengenai kondisi minimum jalur fungsional lebaran 2017, data BPJT mencatat jalur dapat dilintasi kendaraan dua lajur (satu arah) untuk arus mudik dan balik. Kecepatan kendaraan 40 kilometer per jam.

Jalan fungsional sudah dalam keadaan dibeton setebal 10 cm dilengkapi dengan jembatan untuk dua lajur, exit sementara pada rencana simpang susun (pertemuan jalan nasional/provinsi/kabupaten), rambu dan marka sementara, penerangan jalan umum, rest area dan patok serta reflektor di sisi kiri dan kanan jalan. Jalan fungsional hanya untuk kendaraan pribadi roda empat dan direkomendasikan digunakan pada pukul 06.00 sampai dengan 18.00 WIB.

Berikut jalur fungsional Lebaran 2017 rute Pejagan-Surabaya.
* Trans Jawa:
a. Brebes Timur-Pemalang; seksi 3 Brebes Timur-Tegal (10,40 Km) dan seksi 4 Tegal-Pemalang (26,90 Km).
b. Pemalang-Batang; Seksi 1 Pemalang-Pekalongan (23,30 Km)  dan seksi 2 Pekalongan-Batang (15,90 Km).
c. Batang-Semarang; Seksi 1 Batang-Batang Timur (3,20 Km),  Seksi 2 Batang Timur-Weleri (36,35 Km), Seksi 3 Weleri-  Kendal (11,05 Km), Seksi 4 Kendal-Kaliwungu (13,5 Km),   Seksi 5 Kaliwungu-Ngaliyan (7,90 Km).
d. Semarang-Solo; Seksi 3 Bawen-Salatiga (17,60 Km)
e. Solo-Ngawi; JC Kertosuro-SS Karanganyar (20,90 Km),   Seksi 1 (Solo-Mantingan), Seksi 2 (Mantingan-Ngawi).
f. Ngawi-Kertosono; Seksi 1 segmen Klitik-Gulungan, seksi   II segmen Sawahah-Kedungjati, dan seksi III segmen   Purworejo-Wilangan
g. Kertosono-Mojokerto; seksi II Jombang-Mojokerto Barat,   seksi II Jembatan Brantas-Pendekat, dan seksi IV Bandar-  batas barat.
h. Mojokerto-Surabaya; seksi 1B sepanjang WRR, seksi II   WRR-Driyorejo, dan seksi III Driyorejo Kriyan.
i. Gempol-Pasuruan; seksi 1 paket A1 (Gempol-Bangli).

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here