Home Nasional Polri Buru Penyebar Berita Hoax Pelemparan Alquran di Mako Brimob

Polri Buru Penyebar Berita Hoax Pelemparan Alquran di Mako Brimob

0
SHARE
Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto | Foto: istimewa

JAKARTA – Polri menegaskan pemicu kerusuhan tahanan teroris di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat, karena tahanan tak terima dirazia ponsel genggamnya. Polisi akan mengejar pelaku yang menyebarkan kabar hoax soal adanya pelemparan Alquran.

“Itu isu pelemparan Alquran hoax itu. Pelaku akan kita cari,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (13/11/2017).

Setyo menghibau kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dengan berita-berita palsu.

“Ini bisa merusak, bisa menimbulkan kegaduhan, bahkan menimbulkan korban kalau tidak hati-hati,” jelasnya.

Sebelumnya, Karo Penmas Humas Polri Brigjen Rikwanto mengatakan kerusuhan terjadi di rutan teroris Mako Brimob Kelapa Dua, cabang Salemba, di Depok, Jumat (10/11/17). Kerusuhuan terjadi di blok C dan blok D itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB.

“Dilakukan oleh tahanan teroris yang mengakibatkan rusaknya fasilitas rutan, seperti pintu sel tahanan di jebol, pintu pagar lorong blok, kaca jendela,” kata Rikwanto.

Peristiwa ini bermula saat para tahanan masuk ke sel masing-masing usai menjalankan salat Jumat. Petugas piket yang merupakan anggota Densus 88 selanjutnya melepas kunci yang ada di kamar A5 dan C5.

“Kunci dilepas karena ada selotan kunci dari dalam, demi keamanan dan memudahkan petugas piket membuka pintu sel,” ujarnya.

Petugas selanjutnya melakukan penggeledahan. Dan, petugas menemukan 4 handphone milik tahanan bernama Juhanda, Saulihun, Kairul Anam, dan Jumali.

“Saat pemeriksaan tersebut salah satu tahanan ada yang tidak terima dan mancing-mancing petugas dengan ucapan macam-macam,” ujarnya.

Kemudian, lanjut dia, salah seorang petugas piket terpancing ucapan tahanan itu. “Lalu ada tahanan yang sambil takbir keras-keras sehingga memancing tahanan blok sebelahnya,” jelas Rikwanto.

Karena situasi tersebut, petugas selanjutnya melepaskan tembakan ke atas. Tembakan itu merupakan tanda adanya kerusuhan dan untuk memberi peringatan ke para tahanan. Dalam peristiwa ini sejumlah fasiitas yang ada di rutan mengalami kerusakan. (TK)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here