Home Hukum Presiden Minta Setya Novanto Patuhi Undang-undang

Presiden Minta Setya Novanto Patuhi Undang-undang

0
SHARE
Presiden Joko Widodo | Foto: Antara

JAKARTA – Polemik Politikus Partai Golkar Setya Novanto yang mangkir dari panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus e-KTP sempat membuat Presiden Joko Widodo gerah. Pasalnya, Kuasa Hukum Setya Novanto mengatakan, diperlukan izin Presiden jika KPK ingin memeriksa Novanto.

Menurut Jokowi, Novanto harus mematuhi undang-undang yang berlaku. “Buka undang-undangnya semua. Buka undang-undangnya. Aturan mainnya seperti apa, di situlah diikuti,” kata Jokowi usai membuka kongres ke-20 Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di Manado, Rabu (15/11).

Juru bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan sudah menerima surat dari kuasa hukum Novanto mengenai ketidakhadiran Novanto alias Setnov. Sejatinya, Ketua Umum Partai Golkar tersebut akan diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.

Sebelumnya, Kuasa Hukum Setnov, Fredrich Yunadi mengatakan tak ada yang bisa melawan imunitas kliennya sebagai Ketua DPR, termasuk Presiden Joko Widodo. Menurut Yunadi, hal tersebut tercantum dalam UUD 1945.

“Anggota dewan termasuk beliau (Setnov) ketua dewan mempunyai hak imunitas yang tertera dalam UUD 45. Dan UUD 45 tiada seorang pun bisa melawan termasuk presiden,” ujar Yunadi.

Ia menambahkan, Undang-Undang yang tertuang dalam UU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejatinya tetap berpatokan pada UUD 1945. Menurutnya, KPK juga tak bisa semena-mena untuk memaksa kliennya hadir dalam pemeriksaan sebagai tersangka e-KTP.

Selain itu, menurut Yunadi, Presiden Jokowi juga memiliki tanggung jawab untuk melindungi Setya Novanto. Jokowi kini harus tahu keluh kesah yang tengah dihadapi oleh Ketua Umum Partai Golkar tersebut.

“Beliau kan suka mendengar keluhan dari rakyat. Sekarang saya tanya, pak SN itu rakyat atau bukan? Beliau kan rakyat juga, sebagai kepala parlemen,” tuturnya. (ENA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here