Home Ekonomi Presiden: RI Miliki Potensi Pasar Perekonomian Syariah

Presiden: RI Miliki Potensi Pasar Perekonomian Syariah

0
SHARE
Presiden Joko Widodo | Foto: Antara

JAKARTA – Presiden Joko Widodo mengatakan Indonesia dengan penduduk muslim terbesar di dunia, memiliki potensi pasar sebagai penggerak perekonomian syariah. Untuk itu, Presiden menekankan Indonesia jangan menjadi target pasar produk industri negara lain.

Hal itu dikatakan Jokowi saat membuka rapat terbatas terkait Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/2/2018).

Menurut Jokowi, dalam beberapa waktu terakhir, terjadi peningkatan dalam perekonomian syariah di Tanah Air. Sektor industri keuangan syariah tercatat pertumbuhan aset perbankan syariah terus meningkat yang mencapai Rp435 triliun atau sekitar 5,8 persen dari total aset perbankan Indonesia pada 2017.

Begitu pula dengan pertumbuhan pasar modal syariah yang terus membaik. Jokowi mengatakan, Indonesia merupakan penerbit terbesar sukuk negara. Pangsa pasar sukuk Indonesia mencapai 19 persen dari seluruh sukuk yang diterbitkan oleh berbagai negara.

“Selain itu, total aset industri keuangan non-bank syariah juga naik dua kali lipat dalam lima tahun terakhir ini,” ujarnya.

Selain itu, Presiden juga menyebut potensi pengumpulan dana sosial keagamaan di Indonesia seperti dana haji, dana zakat, dana wakaf, serta dana infaq dan sedekah juga terhitung sangat besar.

Jokowi menambahkan, Indonesia memiliki potensi dalam pengembangan ekonomi syariah dan harus segera digarap. Potensi itu seperti bidang industri fashion Muslim, makanan halal, industri farmasi, dan sektor pariwisata.

Di sektor farmasi, Indonesia masuk lima besar negara dengan konsumsi produk obat-obatan dan juga kosmetik halal. Di industri fashion Muslim, kata Jokowi, Indonesia juga merupakan pasar terbesar ke lima di dunia. Sedangkan, di industri makanan halal, Indonesia memiliki tingkat konsumsi makanan halal terbesar di dunia.

Untuk sektor ekonomi pariwisata, kata Jokowi, Indonesia menduduki peringkat keempat dengan jumlah kunjungan turis terbanyak dari anggota OKI. Jokowi menyebut, potensi sektor pariwisata inipun masih sangat menjanjikan.

Presiden mengatakan, dalam pengembangan industri keuangan syariah harus dilakukan dengan memberikan manfaat yang besar. Penggunaan pembiayaan syariah saat ini masih mencapai 41,8 persen yang sebagian besarnya digunakan untuk konsumsi.

Tahun ini, Jokowi mengatakan, pemerintah memperbanyak LKM syariah dan juga bank wakaf mikro yang berlokasi di pesantren-pesantren. Tak hanya itu, ia juga ingin agar cakupannya diperluas hingga seluruh wilayah Indonesia. (ENA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here