Home Regional Rektor Unipa Beri Teguran ke oknum Dosen Pengikut HTI

Rektor Unipa Beri Teguran ke oknum Dosen Pengikut HTI

0
SHARE
Rektor Universitas Papua Jacob Manusaway.

PAPUA – Rektor Universitas Papua (Unipa) Jacob Manusaway  menegaskan bahwa kampusnya menolak paham radikal seperti HTI mengganggu keharmonisan dan toleransi yang telah dibangun selama ini di dalam lingkungan Kampus.

Hal ini ditegaskan Manusaway sehubungan dengan adanya salah satu oknum staf Dosen di Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Papua yang diduga sebagai pengikut HTI.

“Saya telah menerima laporan itu, dan oknum dosen itu sudah saya panggil untuk memberikan keterangan. Dia mengaku sebagai pengikut HTI jauh sebelum dikeluarkannya larangan oleh pemerintah,” ujar Manusaway mengutip perbincangannya dengan oknum dosen yang enggan namanya disebut.

Lanjut diatakan Manusaway, pengakuan dosen tersebut bahwa benar ada sekelompok Mahasiswa yang telah diajak dan bergabung di dalam HTI yang selama ini melakukan aktivitasnya di lingkungan Kampus.

“Mereka selama ini beraktivitas bersama-sama dengan UKM Keagamaan yang ada namun disisi lain ternyata mereka adalah pengikut HTI,” tambahnya.

Sesuai dengan edaran menteri dan perintah Presiden sekaligus demi kebersamaan di lingkungan Kampus, maka sebagai Rektor, Manusaway telah mengeluarkan surat teguran sebagai langkah pertama agar oknum dosen tersebut bersama sejumlah mahasiswa pengikutnya untuk tidak melanjutkan aktivitas berlambang HTI di lingkungan Kampus.

“Langkah awal, saya hanya berikan teguran resmi agar kegiatan mereka tidak dilanjutkan. Namun apabila masih berlanjut maka saya siap menyerahkan mereka ke pihak penegak hukum,” tutur Manusaway.

Sementara Presiden Mahasiswa Universitas Papua Immanuel Rumere mengatakan, sejauh ini Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Papua juga telah mengetahui aktivitas dari HTI di lingkungan kampus, namun sebagai sesama mahasiswa pihaknya lebih mengedepankan sikap saling menghormati dan melaporkan hal itu kepada Rektor sebagai penanggungjawab Kampus.

“Rata-rata mahasiswa di Kampus ini heterogen dari latar belakang suku, ras dan agama itulah yang selalu kami jaga sehingga kehadiran paham Radikal yang anti Pancasila jangan sampai mengganggu kebersamaan kami selama ini di kampus,” ujarnya.

Dia beharap, mahasiswa tidak terjebak dalam memilih kegiatan ekstra di luara kampus yang dapat merugikan diri sendiri dan masa depan.

“Kepada seluruh mahasiswa Universitas agar tidak salah mengikiti organisasi radikal di luar Kampus yang dapat merugikan diri sendiri dan menghabat masa depan,” pintanya. (NG)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here