Home Opini Tak Pantas Menghina Presiden, Pemimpin Kita Semua

Tak Pantas Menghina Presiden, Pemimpin Kita Semua

Tajuk Rencana

0
SHARE
Ilustrasi
Ilustrasi

Sosial media memang memberi kita ruang untuk berekespresi sebebas-bebasnya. Kitalah yang menentukan apa yang ingin kita sampaikan, tanpa perlu diatur oleh pihak lain. Kebebasan ini patut kita syukuri, yang tak kita temukan di era sebelumnya, terlebih zaman 32 tahun Soeharto berkuasa.

Tetapi, kebebasan ini haruslah dilakukan secara bertanggung jawab. Kita boleh menyampaikan apa saja di media sosial, tetapi jangan lupakan hak orang lain. Orang lain juga memiliki hak untuk dihormati, dihargai dan tidak dihina melalui saluran apapun, termasuk di media sosial.

Beberapa waktu belakangan kita disajikan oleh beredarnya kabar bohong yang dibungkus seolah-olah sebuah kebenaran. Kabar ini berembus kencang di media sosial arus utama seperti Facebook, Twitter dan Youtube, bahkan secara lebih personal masuk ke dalam grup-grup Whatsapp.

Kita tentu prihatin, karena ujaran kebencian yang makin meluas, membuat hak-hak banyak orang yang ingin atmosfer damai di jagat maya menjadi tercerabut. Aroma penyebaran kabar bohong (hoax) disertai kebencian yang membabi buta tak hanya menerpa orang biasa, tetapi menghujam ganas kepada Presiden kita.

Miris melihat pemimpin yang kita pilih secara demokratis diinjak-injak martabatnya oleh pihak-pihak yang menegasikan makna kedamaian dan kebenaran di media sosial. Suka atau tidak suka, menghormati dan menghargai Presiden patut kita lakukan. Jika tak setuju, lakukanlah protes dengan cara yang tepat tanpa perlu membawa serta ujaran kebencian.

Kita tentu sama-sama mahfum, bahwa dalam kehidupan berdemokrasi, tidak semua pihak dapat dipuaskan oleh kebijakan pemerintah. Namun satu yang patut kita resapi adalah, bahwa Presiden kita tentu akan berbuat yang terbaik bagi rakyatnya.

****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here