Home Internasional Tiga Tewas dan Sembilan Orang Luka Akibat Ledakan di Pusat Perbelanjaan Kolombia

Tiga Tewas dan Sembilan Orang Luka Akibat Ledakan di Pusat Perbelanjaan Kolombia

0
SHARE
Sedikitnya tiga perempuan tewas dan sembilan terluka akibat ledakan di sebuah toilet pusat perbelanjaan di Ibu Kota Kolombia, Bogota, Sabtu (17/6) waktu setempat atau Ahad (18/6) WIB. | Foto: istimewa

BOGOTA – Sedikitnya tiga perempuan tewas dan sembilan terluka akibat ledakan di sebuah toilet pusat perbelanjaan di Ibu Kota Kolombia, Bogota, Sabtu (17/6) waktu setempat atau Ahad (18/6) WIB.

Pusat perbelanjaan Andino yang berada di di area elit Bogota dievakuasi setelah ledakan terjadi sekitar pukul 17.00 sore waktu setempat di toilet wanita.

Saat itu, pusat komersial Andino dipenuhi oleh orang-orang yang akan membeli hadiah jelang perayaan Hari Ayah pada hari Minggu. Polisi mengatakan perangkat peledak tersebut ditempatkan di toilet lantai dua.

“Serangan teroris pengecut di Andino ini benar-benar menyakitkan saya,” kata¬†Wali Kota Bogota Enrique Penalosa dalam akun Twitter¬†pribadinya, seperti dilansir Reuters.

Penalosa mengatakan, salah satu korban adalah seorang perempuan Perancis berusia 23 tahun. Perempuan tersebut diketahui tinggal di Kolombia selama enam bulan terakhir untuk bekerja sebagai relawan di sebuah lingkungan kumuh negara tersebut.

Dua korban tewas lain merupakan warga setempat berusia 31 tahun dan 27 tahun. Ketiganya sudah dibawa ke rumah sakit setempat bersama dengan satu korban yang terluka parah.

Presiden Juan Manuel Santos telah memerintahkan penyelidikan atas insiden tersebut. Keamanan telah membaik di Bogota dalam sedekade terakhir karena polisi dan militer meningkatkan pengawasan dan menempatkan lebih banyak pejabat bersenjata di jalanan.

Pada suatu waktu semua tas diperiksa di pintu masuk ke mal, tapi itu telah sangat berkurang dalam beberapa tahun terakhir. Anjing pelacak masih memeriksa mobil di fasilitas parkir di ibu kota.

Sebuah kesepakatan damai yang ditandatangani tahun lalu dengan Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC), kelompok gerilya terbesar di negara itu, meningkatkan kepercayaan jika serangan bom mungkin akan berhenti.

Namun, kelompok pemberontak terbesar kedua di negara ini, Pasukan Pembebasan Nasional, atau ELN, pada Februari melancarkan serangan dengan menggunakan sebuah alat peledak di Bogota yang melukai puluhan polisi. (TK)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here