Home Politik Tingkat Partisipasi Pemilih di Maluku Utara Minim

Tingkat Partisipasi Pemilih di Maluku Utara Minim

0
SHARE
Ilustrasi KPU | Foto: Istimewa

JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum Provinsi Maluku Utara mengatakan tingkat partisipasi pemilih di Maluku Utara (Malut) di Pilkada Bupati dan Wali Kota masih minim. Berdasarkan data, pertisipasi pemilih pada pilkada tertinggi di Halmahera Tengah sejumlah 85,5 persen, sedangkan tingkat patisipasi rendah di kota Ternate sekitar 58,93 persen.

Menurut Anggota KPU Malut Pudja Sutamat, data itu diperoleh saat pilkada 2015 dan 2017. “Dari 10 kabupaten kota di Malut, hanya lima daerah yang dianggap tingkat partisipasinya baik. Atau diatas target KPU RI yakni 77,5 persen,” kata Pudja, Jumat (10/11).

Lima daerah tersebut adalah Halteng dengan persentase 85,5 pemilih), Kota Tidore Kepulauan 80,76 persen, Pulau Morotai 79,9 persen, Halmahera Barat 78,30 persen dan Pulau Taliabu 77,98 persen. Sementara, lima daerah lain yang tingkat partisipasinya tidak memenuhi target KPU RI yakni Kepulauan Sula persentase pemilih 72,02 persen, Halmahera Timur 70,08 persen, Halmahera Utara 68,68 persen, Halmahera Selatan 67,74 persen dan Kota Ternate 58,93 persen.

Sosiolog Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), Herman Oesman mengatakan, ada tiga faktor yang cukup memengaruhi partisipasi pemilih rendah yakni waktu pemilihan bertabrakan dengan waktu kerja pemilih. Selain itu, faktor kepercayaan pemilih pada kandidat atau penyelenggara, serta faktor geografis yang sulit dijangkau.

“Menurut saya, yang lebih mengental yaitu faktor waktu dan kepercayaan pemilih pada kandidat atau penyelenggara,” ujarnya.

Herman menyarankan kepada penyelenggara pilkada KPU dan Bawaslu serta jajaran di bawahnya agar intens melakukan sosialisasi.

“Penyelenggara juga harus mampu mengembalikan kepercayaan publik. Penyelenggara harus independen, tidak perpihak pada siapapun,” kata dia. (ENA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here